SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS

SISWI SMA DIJADIKAN WANITA PANGGILAN MELALUI GROUP DI FACEBOOK

Surya Fitriawan atau dikenal dengan nama Papi Darma ditangkap polisi karena menjual gadis yang masih berumur 16 tahun. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)
Surya Fitriawan atau dikenal dengan nama Papi Darma ditangkap polisi karena menjual gadis yang masih berumur 16 tahun. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Sindikat penjualan gadis di bawah umur diungkap polisi. Kali ini, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polrestabes Surabaya, menangkap seorang pria yang menjadi germo.

Tragisnya, pria yang tinggal di Rewin, Sidoarjo ini berusia masih muda. Baru berumur 23 tahun, Surya Fitriawan, nama pria itu, sudah menjadi papi atau germo dalam sindikat penjualan gadis di bawah umur.

Penangkapan bujangan yang langsung ditetapkan sebagai tersangka ini terbilang menarik. Polisi yang mendapat informasi adanya sindikat penjualan gadis di bawah umur untuk dijadikan wanita panggilan, langsung melakukan pelacakan.

Berdasarkan pengembangan informasi yang diperoleh polisi tersebut, ternyata facebook dijadikan tempat untuk menawarkan para gadis muda usia sebagai wanita panggilan. Seorang polisi yang menyamar, berhasil menemukan group di facebook yang menyediakan wanita panggilan dengan usia yang masih muda.

Kanit PPA Polrestabes Surabaya, AKP. Suratmi mengatakan, dari group di facebook yang bernama akun area bispak bisyar Surabaya-Sidoarjo tersebut, polisi menemukan PIN seorang pria yang bertindak sebagai papi atau germo.

Germo yang dimaksud itu adalah Surya. Dikalangan para sindikat penjualan gadis di bawah umur melalui group facebook, tersangka Surya dikenal dengan nama Papi Darma. Tersangka mempunyai 9 orang anak buah, yang masih muda belia.

“Akun facebook itu berisikan cewek-cewek yang lagi Butuh Uang (BU) dan cowok-cowok yang lagi ingin Bookingan (BO). Untuk menarik penggunanya, pemilik akun sengaja mempromosikan cewek-cewek bokingan dengan umur antara 17-27 tahun, “ ungkap Suratmi.

Begitu mendapatkan PIN tersangka, polisi kemudian melakukan pendekatan. Butuh satu minggu untuk bisa akrab dengan tersangka. Begitu dirasa akrab, polisi kemudian memesan wanita bookingan kepada tersangka.

“Dalam satu minggu itu, kami rutin mengirimkan BBM ke tersangka. Begitu mulai akrab, polisi yang ditugaskan untuk menyamar, bertanya ke tersangka, apakah ada wanita yang bisa diboking. Tersangka kemudian menanggapinya. Tersangka mengatakan ada, tapi anak buahnya hanya empat orang, “ kata Suratmi.

Tersangka, sambung Suratmi, kemudian mengirimkan foto 4 orang anak buahnya melalui BBM. Empat wanita anak buah tersangka itu adalah Rara, Yayang, Rita dan Endang. Menurut tersangka, dari keempat anak buahnya itu, yang siap untuk dibooking hanya Rara.

“Akhirnya transaksi dilakukan. Rabu (7/5), pukul 15.00 Wib, tersangka dan polisi yang menyamar sepakat bertemu di salah satu restoran cepat saji yang berada di Jalan Basuki Rahmat Surabaya, “ ujar Suratmi.

Masih menurut Suratmi, dari transaksi itu disepakati harga bokingan untuk Rara sebesar Rp. 450 ribu. Polisi yang menyamar kemudian menyerahkan uang Rp. 250 ribu dan sisanya akan diambilkan di ATM.

Begitu melihat tersangka membawa Rara, polisi tidak perlu melunasi uang bokingan. Begitu tersangka menerima uang bokingan tersebut, polisi kemudian menangkapnya. Tersangka dan Rara kemudian dibawa ke kantor polisi untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.

Dari hasil pemeriksaan terungkap jika Rara masih berusia 16 tahun dan menjadi siswa di salah satu SMA Swasta di Sidoarjo. Selain itu, terungka pula tiap kali berhasil melakukan transaksi dengan tamunya, tersangka mendapat fee sebesar Rp. 100 ribu. Selama menjadi anak buahnya, tersangka mengaku sudah menjual Rara sebanyak dua kali.

Sebelum tertangkap polisi, Rara pernah dijual kepada seorang pria bernama Krisna Murti dengan harga Rp. 500 ribu. Acara dilakukan di Pacet, Mojokerto. Untuk memenuhi bokingan itu, tersangka sendiri mengantarkan Rara ke tamunya. (pay)

Related posts