
SURABAYA (surabayaupdate) – Berawal dari tantangan untuk duel melalui media sosial, seorang remaja di Surabaya jadi korban pengeroyokan.
Atas tindakan pengeroyokan yang dilakukan beberapa remaja di pinggir jalan itu, korban melaporkan kasus ini kepihak kepolisian.
Pengeroyokan yang dialami AB, remaja asal Surabaya ini terjadi Kamis (14/5/2026). Aksi pengeroyokan itu berawal dari adanya pesan masuk atau Direct Message yang diterimanya di Instagram miliknya.
“Saya mendapat pesan di Instagram. Yang mengirim pesan adalah seorang wanita, NS,” cerita AB.
NS, lanjut AB mengatakan di pesan singkatnya itu bahwa ada sekelompok pria yang menantang untuk duel.
“Saya awalnya tidak menanggapi tantangan duel itu. Ya saya anggap pengaduan NS itu hanya candaan yang tidak perlu ditanggapi,” jelas AB, Kamis (22/5/2026).

Masih berdasarkan cerita AB, berdasarkan pengaduan NS, salah satu remaja yang menantangnya duel itu berinisial AA.
Karena tak mendapat respon, AA bersama rekan-rekannya terus melakukan provokasi ke AB. Bahkan, AB sampai dikirimi pesan singkat melalui What’s App dari teman adik kandungnya untuk datang ke sebuah club di kawasan Wiyung Surabaya.
“Saya pun mendatangi mereka di pinggir jalan Mayjen Jonosewojo dekat Mc D Graha Family. Sesampainya disana, saya malah dikeroyok AA dan rekan-rekannya,” ungkap AB.
Masih menurut cerita AB, selama dikeroyok, ia juga mendapat intimidasi dari orang-orang yang mengeroyoknya. Aksi pengeroyokan di pinggir jalan ini tentu mengundang perhatian masyarakat sekitar, termasuk petugas keamanan yang berjaga di sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP).
“AA menghajar saya habis-habisan. Tak tama kemudian, datang dua petugas keamanan untuk melerai perkelahian itu,” tutur AB.
Masih menurut pengakuan AB, usai kejadian, ia pun melaporkan kejadian tersebut ke Polrestabes Surabaya. Selain itu, AB telah menjalani visum et repertum.
Dari kejadian ini, AB pun berharap Polrestabes Surabaya dapat segera mengidentifikasi dan menangkap seluruh pelaku yang telah mengeroyoknya, termasuk AA sebagai pelaku utama.
AB juga berterimakasih pada Universitas Surabaya (Ubaya) yang sudah memberikan support penuh dan siap memberikan pendampingan hukum begitu mengetahui AB menjadi korban kebrutalan para pelaku.
Sementara itu, Kasi Humas Polrestabes Surabaya AKP Hadi Ismanto saat dikonfirmasi belum memberikan respon apapun. (pay)
