SURABAYA UPDATE
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Dua Saksi Ceritakan Perjuangan Janda Cantik Bersama Suaminya Saat Merintis Usaha Aksesoris HP

Dua saksi dipersidangan gugatan gono gini. (FOTO : fio/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Roestiawati Wiryo Pranoto mendapat dukungan moral dua orang saksi yang dihadirkan dimuka persidangan, Rabu (1/12/2021).

Dua orang saksi yang didatangkan Roestiawati Wiryo Pranoto selaku penggugat melalui kuasa hukumnya Dr.B.Hartono SH., SE.,SE.Ak.,MH.,CA itu bernama Yuwono dan Novilia.
Yuwono dan Novilia, dihadapan majelis hakim menceritakan bagaimana perjuangan Roestiawati Wiryo Pranoto dan Wahyu Djajadi Kuari ketika memutuskan menikah dan merintis usaha dibidang aksesoris hp.
Lebih lanjut Yuwono menerangkan, bahwa dirinya mengenal Rose sejak tahun 2004 waktu persekutuan doa. Dan dirinya tidak mengenal mantan suami Rose yang bernama Wahyu Djajadi Kuari sebelumnya.
Dalam kesaksiannya, Yuwono menceritakan bagaimana usaha yang dikelola Wahyu dan bersama Rose dari nol hingga menjadi berkembang pesat dan menghasilkan aset dibeberapa tempat.
“Rose dan Wahyu awalnya mengelola usaha aksesoris handphone di garasi rumah yang berada di jalan Kertajaya 7 nomer 35. Itu saya lihat sendiri ketika saya antar jemput Yati ke rumah Wahyu,” ungkap Yuwono
Sejak menikah dengan Rose, lanjut Yuwono, akhirnya usaha Wahyu mulai berkembang, yang awalnya ada di teras rumah mulai berkembang dengan mengontrak sebuah rumah di jalan Anjasmoro nomer 3, Surabaya.
“Rumah kontrakan tersebut kemudian digunakan sebagai lokasi usaha dan tempat tinggal mereka berdua,”kata Yuwono dimuka persidangan.
Di persidangan ini, Yuwono juga menjelaskan, Rose selain membuka kedai makanan di Jalan Ngagel Jaya Selatan nomer 83 Surabaya, juga ikut aktif mengembangkan usaha aksesoris handphone.
“Peran Rose sangat penting dalam mengembangkan usaha aksesoris handphone yang diberi nama Rosecell dan kini menjadi Lukcy,” kata Yuwono.
Masih menurut Yuwono, sejak marketing dan motivasi SDM dipegang Rose, usaha nya berkembang pesat. Karyawan yang awalnya 1 orang menjadi total 60 karyawan untuk menangani 20 stand atau gerai di beberapa tempat.
Saksi juga mengetahui bahwa Rose dan Wahyu memiliki seorang anak. Namun saksi menegaskan bahwa dirinya tidak mengetahui kalau Wahyu dan Rose bercerai.
Saksi kedua yakni Novilia adalah keponakan dari Roestiawati Wiryo Pranoto. Dalam pengakuannya dimuka persidangan, Novilia yang bertugas mencatat segala pengeluaran rumah tangga Rose dan Wahyu.
Yang dicatat saksi Novilia adalah semua pengeluaran besar dan kecil dengan tanpa terkecuali seperti pembelian LPG, tambal ban, beli kerupuk dan lainnya.
“Saya tinggal bersama mereka berdua, sehingga saya mengetahui betul bagaimana keadaan Rose dan Wahyu sehari-hari,” ungkap Novilia.
Dalam pengakuannya yang lain, Novilia mengatakan juga mengetahui jika sering terjadi keributan antara Rose dan Wahyu terutama pada tahun 2013 sampai 2016.
Saksi juga pernah melihat pada 8-9 Juni 2019, Rose pulang dini hari. Dan Rose menceritakan ke saksi bahwa dia baru pulang dari notaris Wahyudi Suyanto, SH karena Rose harus menandatangani nota kesepakatan perdamaian pada waktu juga.
Masih menurut keterangan Novilia, Rose datang sendiri ke Notaris tanpa didampingi siapapun. Saksi Novilia juga melihat, usai menandatangani nota kesepakatan tersebut, Rose seringkali tampak tertekan dan murung serta menangis.
Usai sidang, Yogi Yusron selaku kuasa hukum Tergugat menyatakan bahwa saksi menerangkan hal-hal yang tidak ada kaitan dengan perkara ini. Yakni terkait harta kekayaan yang dimiliki Wahyu. “ Sementara terkait harta gono gini yang menjadi pokok perkara ini, tidak diketahui saksi,” ujarnya.
Terpisah, kuasa hukum penggugat Dr.B.Hartono SH., SE.,SE.Ak.,MH.,CA menyatakan bahwa dari keterangan saksi bisa membuktikan bahwa semua harta Wahyu didapatkan selama masa perkawinan yakni dari tahun 2000-2016.
“ Kalau saksi ditanya mana saja yang termasuk harta gono gini, saksi tidak mengetahui karena yang diketahui saksi adalah harta yang diperoleh selama perkawinan,” ujarnya.
Terkait biaya yang dikeluarkan untuk mengasuk anak, Hartono menegaskan bahwa jelas Wahyu yang mengeluarkan karena yang mengasuh anak tersebut adalah Wahyu. Dan sudah menjadi tanggungjawab orangtua membiayai hidup anaknya.
Sementara terkait biaya yang dikeluarkan Wahyu untuk pengobatan orangtua Penggugat, Rose menyatakan bahwa itu tidaklah dilakukan Wahyu sendirian, namun juga urunan dengan kakak-kakak Rose.
Namun, lanjut Rose perlu menjadi catatan bahwa ayahnya ikut andil dalam mengembangkan usaha Wahyu dan Rose.
“Tahun 2004, kami mulai melakukan import barang dari China dan kebetulan ayah saya mahir bahasa Mandarin sehingga upaya untuk import barang sangat terbantu,” ujar Roestiawati.
Selain membantu menerjemah, sambung Roes, papa juga membantu melakukan packing. Artinya apa? Dari SDM yang sudah ia kembangkan dan olah Rose disertai kemampuan mencari barang yang murah, omzet pun naik.
Itulah cikal bakal usaha kita Roestiawati Wiryo Pranoto dan Wahyu Djajadi Kuari waktu itu melejit luar biasa. (pay)

Related posts