SURABAYA UPDATE
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

KAPAL RORO MASIH MENJADI ANDALAN PT PELINDO III CABANG TANJUNG PERAK

Kapal Roro di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)
Kapal Roro di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Untuk lebih memaksimalkan pelayanan terhadap masyarakat dibidang transportasi laut, PT. Pelindo III (Persero) cabang Tanjung Perak berencana memaksimalkan kebedaraan kapal Roll On-Roll Off (Roro).

Sebagai salah satu pelayanan terhadap masyarakat di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, kapal Roro bisa memuat kendaraan sekaligus memuat penumpang. Semua kendaraan yang akan bertolak ke luar Surabaya tersebut, masuk ke kapal Roro kemudian parkir di dalamnya. Kendaraan-kendaraan itu kemudian dibawa ke pelabuhan tujuan.

Kepala Humas Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Dhany R Agustian mengatakan, saat ini ada 5 operator kapal Roro yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya. Ke-5 operator itu adalah Dharma Lautan Utama (DLU), Jembatan Nusantara, Gerbang Samudra Sarana, Buana Putra Perkasa dan Trimitra Samudra Sarana.

“Semua Kapal Roro yang ada di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya ini memiliki tujuan ke segala pelabuhan di luar Pulau Jawa. Untuk rute Kapal Roro sendiri, dari Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya kemudian keluar ke Banjarmasin, Batu Licin, Kumai, Balikpapan, Sampit, Maumere, Makassar dan Ende, “ terang Dhany.

Kapal Roro, lanjut Dhany, memiliki keunggulan dibanding kapal-kapal lainnya. Selain bisa mengangkur penumpang, Kapal Roro di desain untuk membawa kendaraan dan barang-barang cargo dalam jumlah besar.

“Perusahaan-perusahaan jasa dibidang ekspedisi-lah yang paling banyak menggunakan jasa Kapal Roro sebagai transportasi angkutan di laut. Mengapa? Kapal Roro ini bisa mengangkut kendaraan-kendaraan besar, “ ungkap Dhany.

Masih menurut Dhany, kendaraan-kendaraan besar yang bisa diangkut dengan menggunakan Kapal Roro misalnya truk besar, bus besar, dan kendaraan roda 6. Kendaraan-kendaraan ini masuk dalam golongan V.

“Untuk kendaraan yang masuk dalam golongan V, selama Januari hingga Juni 2014 jumlahnya mencapat 9776 unit atau 43,2 %. Kemudian disusul kendaraan yang masuk golongan II seperti sepeda motor roda dua dan tiga, “ kata Dhany.

Golongan II, sambung Dhany, sejak Januari sampai Juli 2014, sebanyak 4.994 unit atau 21,8 persen. Sedangkan untuk golongan III yang terdiri dari sedan, minibus dan pick up jumlahnya 4.741 atau 20,9 %, sisanya untuk jumlah truk tronton yang rodanya lebih dari 12.

Bagaimana dengan persiapan menjelang Hari Raya Idul Fitri ini? Deputy General Manager (GM) Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Bambang Hasbullah menyatakan, arus mudik berdasarkan jumlah kendaraan di tahun 2014 ini diprediksi mengalami kenaikan sebesar 15% – 20% dari hari biasanya.

“Truk besar itu biasanya membawa komoditi atau barang paket dari Surabaya kemudian naik ke Kapal Roro. Sampai di kota tujuan, barang-barang tersebut kemudian dibongkar. Setelah itu, dari kota tersebut, truk akan kembali dan kali ini akan memuat komoditi atau barang paket ke Surabaya. Dengan begitu, pengusaha ekspedisi dapat lebih efisien, karena barang hanya sekali dibongkar dan muat kembali, “ ungkap Bambang.

Masih menurut Bambang, selama ini Kapal Roro dilayani di Terminal Jamrud Selatan dan Jamrud Utara. Rencananya, tahun 2015 nanti, Kapal Roro akan dilayani di Terminal Mirah, selaras dengan program penataan terminal atau dedicated terminal Pelindo III Cabang Tanjung Perak, dimana Terminal Mirah nantinya dikhususkan untuk melayani bongkar muat mobil (car port terminal), kapal roro yang membawa general cargo, dan offshore. (pay)

Related posts