SURABAYA UPDATE
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Salah Satu Terdakwa Penipuan Dan Penggelapan Batubara Berurai Air Mata Membacakan Pembelaannya

 

Eunike Lenny SIlas usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Eunike Lenny SIlas usai menjalani persidangan di Pengadilan Negeri Surabaya. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Tak kuasa menahan kesedihan dan penderitaan yang dirasakan selama ini, Eunike Lenny Silas salah satu terdakwa dugaan tindak pidana penggelapan dan penipuan bisnis batubara yang disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Selasa (6/12) menangis di depan persidangan.

Airmata pengusaha meubel di Jepara ini akhirnya menetes di kedua pipinya ketika ia membacakan nota pembelaan atau pledoi yang dibuatnya. Terlihat beberapa kali Eunike Lenny Silas sampai berhenti sejenak membacakan nota pembelaannya ini.

Dihadapan Efran Basuning yang ditunjuk sebagai ketua majelis, dua hakim anggota, Jaksa Penuntut Umum (JPU) dan tim penasehat hukumnya, Eunike Lenny Silas mengungkapkan banyak hal dalam nota pembelaannya ini, termasuk bagaimana perkara pidana yang menimpa dirinya ini sampai terkatung-katung beberapa bulan lamanya dan lamban.

Menurut Eunike Lenny Silas dalam nota pembelaannya, lamanya proses hukum perkara pidana yang menjadikannya sebagai terdakwa ini tak lain karena kondisi kesehatannya dan sakit kanker yang ia derita.

“Karena kondisi kesehatan dan sakit saya ini, untuk berobat apapun akan saya tempuh karena saya harus hidup untuk membesarkan lima anak saya, merawat ibu dan keluarga saya. Selain itu, saya harus berjuang hidup untuk ribuan karyawan saya yang mana mereka menggantungkan hidup sepenuhnya pada hasil kerja saya, “ ucap Eunike Lenny Silas dimuka persidangan.

Dari kecil, sambung Eunike Lenny Silas, saya memang tidak mempunyai pendidikan yang tinggi, hanya sampai SMA. Tetapi dari kecil saya diberi amanah orang tua saya untuk tidak berbuat dosa, tidak berbohong, jalankan hidup apa adanya dengan pikiran positif dan berbuat baik pada semua orang.

Eunike Lenny Silas yang terlihat tegar usai menjalani persidangan. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Eunike Lenny Silas yang terlihat tegar usai menjalani persidangan. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Pada nota pembelaan yang dibacakannya ini, Eunike Lenny Silas juga mengungkapkan rasa bangganya sebagai warga Jepara. Meski Jepara hanya sebuah kabupaten, namun Jepara menjadi harum dimata internasional.

“Mohon maaf, bukannya saya bermaksud menyombongkan diri, sebagai warga Jepara saya merasa bangga dan bersyukur walau Jepara hanya disebut sebagai kabupaten, tetapi saya bisa membawa nama harum Jepara ke kancah internasional dengan karya-karya saya, “ papar Eunike Lenny Silas.

Karya-karya saya, lanjut Eunike Lenny Silas, begitu dibanggakan sampai saya dijadikan warga negara kehormatan oleh negara tetangga. Tetapi saya tidak bersedia dan tetap bangga menjadi warga negara Indonesia.

Usai menjelaskan beberapa hal di nota pembelaannya ini, tiba-tiba suara Eunike Lenny Silas berubah pelan dan mulai terdengar tangisan. Hal ini terjadi ketika Eunike Lenny Silas mulai membaca pernyataan yang isinya kemunafikan dan didzolimi habis-habisan.

“Namun betapa sedihnya saya ketika harus mengalami kemunafikan dan didzolimi habis-habisan setelah saya berpindah mendanai dari Kalimantan Selatan ke Kalimantan Timur. Disinilah awal jatuh dan hancurnya saya. Dalam sekejap uang ratusan miliaran habis, “ ungkap Eunike Lenny Silas sambil meneteskan airmata.

Sambil meneteskan airmata, Eunike Lenny Silas juga mengungkapkan, bukan cuma uang yang jumlahnya sampai ratusan miliar, seluruh asset hasil kerjanya dari bisnis interior disita bank dan berpindah tangan. Eunike Lenny Silas pun stress sampai sakit. Dokter memvonis Eunike Lenny Silas sakit kanker. Dalam keadaan sakit dan terkapar, Eunike Lenny Silas terus berjuang semampunya. Apapun ia lakukan untuk bisa bertahan hidup.

Pada persidangan ini, Eunike Lenny Silas juga menjelaskan bagaimana hubungannya dengan Tan Pauline sebagai pelapor dan keluarganya. Dalam hubungan bisnis, Eunike Lenny Silas menganggap bahwa keluarga Tan Pauline bagian dari keluarganya juga. Oleh karenanya, Eunike Lenny Silas tidak pernah berfikir negatif terhadap Tan Pauline dan keluarganya.

Airmata Eunike Lenny Silas kembali tertumpah ketika ia menyatakan bagaimana sedihnya ia yang sudah dituduh macam-macam. Selain itu, Eunike Lenny Silas juga mengaku harus menjalani hal terberat yang tidak pernah ia jalani dalam hidup.

“Saya hanya bisa berkeluh kesah kepada Tuhan meski banyak orang yang tahu dan mengenal saya. Mereka semua support saya. Harta habis, jiwa dan raga sakit, nama baik hancur lebur, tetapi dengan kemurahan Allah, saya bersyukur masih bisa berdiri di sini, bisa bernafas dan berharap Yang Mulia Majelis Hakim bisa membebaskan saya dari segala tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menurut saya sama sekali tidak benar, “ papar Eunike Lenny Silas dengan meneteskan airmata.

Diakhir pembelaannya, Eunike Lenny Silas mengatakan bahwa dari awal ia menyakini bahwa ia tidak bersalah sehingga telah terjadi perdamaian di Jakarta. Kepada majelis hakim yang memeriksa dan memutus perkaranya ini, Eunike Lenny Silas memohon keadilan dan kebijaksanaan terhadap keputusan yang akan diambil untuk dirinya karena dirinya dalam perkara ini adalah korban. (pay)

Related posts