surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Sambut Hari Pers Nasional, ICATI Jatim Dan Gantara News Donasikan 500 Buku Bacaan Untuk Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda

Penyerahan buku secara simbolis dari Ketua ICATI Jatim kepada Wakil Ketua Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Menyambut perayaan Hari Pers Nasional tahun 2025, Ikatan Citra Alumni Taiwan Indonesia (ICATI) Jawa Timur donasikan 500 buku bacaan untuk rumah pintar cendikia Puspenerbal Juanda.

Pemberian sumbangan berupa 500 buku bacaan ini dilaksanakan, Minggu (9/2/2025) disalah satu restauran di Surabaya, dengan dihadiri para pengurus ICATI Jawa Timur, Pimpinan Redaksi Gantara News dan jajarannya, serta perwakilan dari Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda yang diwakili Wakil Ketua Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal dan Letnan Dua Sony Arisandi selaku Perwira Dinas Penerangan Puspenerbal Juanda.

Secara simbolis, beberapa buku yang akan disalurkan untuk perpustakaan Rumah Pintar Cendikia ini diberikan Ketua ICATI Jawa Timur Henry Samuel Tanuwijaya kepada Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda yang diwakili Marsudi selaku Wakil Ketua Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda.

Humas ICATI Jawa Timur, Muhammad Yusuf Fahmi mengatakan, pemberian donasi 500 buku bacaan kepada Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda ini berawal dari keprihatinan yang terlihat saat adanya kunjungan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono bersama dengan Menteri Pendidikan Nasional periode 2009-2014 Muhammad Nuh ditahun 2012.

“Ketika itu, kami melihat banyaknya antusias dari masyarakat untuk berkunjung ke musem penerbangan dan rumah pintar cendikia Puspenerbal Juanda,” kata Muhammad Yusuf Fahmi.

Ada sekitar seribu hingga seribu lima ratus siswa sekolah, lanjut Muhammad Yusuf Fahmi, dari berbagai sekolah di Jawa Timur yang datang mengunjungi musem penerbangan dan Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda.

“Ketika kami meninjau perpustakaan rumah pintar, kami merasa terenyuh melihat jumlah buku bacaan disana yang jumlahnya sangat sedikit,” ungkap Fahmi.

Melihat hal itu, sambung Fahmi, muncul niat ICATI Jatim untuk melengkapi buku bacaan di perpustakaan Rumah Pintar Cendikia.

Pada perhelatan perayaan Hari Pers Nasional 2025, lanjut Fahmi, akhirnya diputuskan untuk menyalurkan bantuan berupa buku bacaan yang jumlahnya 500 buku untuk diberikan kepada Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda.

Sementara itu Henry Samuel Tanuwijaya mengatakan, 500 buku yang disalurkan ini ada yang berisikan tentang pengembangan diri, kesehatan, bisnis dan juga berisikan tentang keagamaan.

Rumah Pintar Cendikia Puspenerbal Juanda menerima bantuan 500 buki bacaan. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Buku-buku yang disumbangkan ini, lanjut Henry, ada yang berasal dari koleksi pribadi, ada pula sumbangan dari beberapa anggota ICATI Jawa Timur.

“Kalau hanya disimpan saja setelah dibaca kan sayang. Oleh karena itu, buku-buku ini kami sumbangkan ke rumah pintar Puspenerbal Juanda, sehingga dapat dipergunakan untuk mencerdaskan anak bangsa dan menambah wawasan,” kata Henry.

Henry mengaku sedih, melihat minimnya minat baca para generasi muda saat ini. Henry pun mengajak para kaum muda, khususnya para siswa siswi sekolah, untuk menumbuhkan minat baca.

“Anak-anak sekolah harusnya memahami, bagaimana pentingnya membaca buku. Dengan membaca buku, siswa siswi sekolah bisa menambah pengetahuannya dan menambah khasanah keilmuan para siswa,” tutur Henry.

Masih menurut Henry, dengan membaca buku, pengetahuan kita akan bertambah. Kita akan menjadi lebih pintar.

Henry menambahkan, ICATI Jatim adalah sebuah organisasi sosial yang keberadaannya tersebar di beberapa kota dan kabupaten di Indonesia.

“ICATI adalah kumpulan para alumni yang pernah menuntut ilmu di berbagai perguruan tinggi di Taiwan,” ungkap Henry.

Sekembalinya ke tanah air Indonesia, lanjut Henry, para alumni ini ingin memberikan sumbangsih mereka dengan berbagai kegiatan sosial untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan kepedulian sosial kepada masyarakat.

Di Jawa Timur, jumlah anggota ICATI ada seribu orang. Jumlah ini belum termasuk yang tersebar di 25 cabang baik di kota maupun kabupaten lain di Indonesia, seperti DKI, Jawa Barat dan masih ada beberapa lainnya.

Selain penyerahan buku yang dilakukan secara simbolis oleh Ketua ICATI Jawa Timur, pada perhelatan ini juga diserahkan cinderamata berupa miniatur helikopter Panther yang dilakukan Wakil Ketua Rumah Pintar Cendikia Juanda, Marsudi SPd.,MM, mewakili Letkol Dani Wijanarka selaku Ketua Rumah Pintar Cendikia dan Museum Penerbangan Puspenerbal Juanda.

Henry Samuel Tanuwijaya selaku Ketua ICATI Jatim. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Marsudi mengatakan, bahwa Helikopter Panther adalah helikopter jenis Anti Kapal Selam (AKS) yang mempunyai tugas dan fungsi mendeteksi pergerakan kapal selam di dasar laut.

“Helikopter AKS ini selain untuk mendeteksi keberadaan kapal selam, juga untuk menghancurkan kapal-kepal selam yang berada di wilayah laut Indonesia,” ungkap Marsudi.

Sebagai helikopter yang mempunyai tugas penghancur kapal selam asing yang masuk ke wilayah Indonesia, lanjut Marsudi, helikopter AKS Panther ini dilengkapi dengan berbagai persenjataan canggih seperti rudal yang berada di bawah body helikopter.

Indonesia sendiri, lanjut Marsudi, mempunyai banyak kendaran tempur canggih, selain kapal selam dan pesawat tempur.

“Sebagai penjaga wilayah kedaulatan RI, Indonesia mempunyai dua pesawat tempur canggih. Selain helikopter AKS Panther, Indonesia punya pesawat tempur CN 235 buatan PT. Dirgantara Indonesia,” ujar Marsudi.

Pesawat tempur CN 235, lanjut Marsudi, merupakan pesawat patroli maritim yang berkeliling melakukan patroli kemaritiman di wilayah laut Indonesia.

CN 235 adalah pesawat patroli yang mempunyai kecanggihan dibidang kamera yang dapat melihat keberadaan kapal-kapal asing yang masuk wilayah Indonesia, sampai ribuan kilometer.

“Helikopter Panther AKS adalah salah satu helikopter canggih yang dipunyai TNI AL. Helikopter ini sangat lincah diudara dan mempunyai kemampuan canggih sebagai penjaga laut Indonesia,” papar Marsudi.

Dipilihnya miniatur Helikopter Panther AKS sebagai cinderamata yang diberikan kepada ICATI, menurut Marsudi, mempunyai makna, ICATI Jatim ini sangat lincah dan responsif mengetahui kekurangan yang ada di masyarakat.

“ICATI Jatim sangat pintar melihat adanya kekurangan kebutuhan akan buku bacaan di rumah pintar cendikia Puspenerbal. Melihat hal itu, ICATI Jatim kemudian menyumbangkan buku-buku bacaannya kepada kami,” kata Marsudi.

Pensiunan PNS Kementerian Pertahanan ini pun berharap, semoga kedepannya tetap terjalin hubungan yang baik antara rumah pintar Puspenerbal dan museum penerbangan Juanda dengan ICATI Jatim. (pay)

 

Related posts

Pengusaha Inisial R Rela Membayar Rp 80 Juta Untuk “Ngeloni” Vanessa Angel Selama 2 Jam

redaksi

Tiga Nelayan Asal Situbondo Ditangkap Polisi Karena Membawa 120 Ribu Detonator

redaksi

Sabhara Polrestabes Surabaya Amankan 700 Botol Miras Jelang Pilkada Kota Surabaya

redaksi