SURABAYA UPDATE
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

Sipoa Group Siapkan Rp 2,7 Miliar Untuk Pengembalian Uang Konsumennya

Penerima dana refund sedang diverifikasi ulang oleh petugas Sipoa Group. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Penerima dana refund sedang diverifikasi ulang oleh petugas Sipoa Group. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Sipoa Group akhirnya memenuhi janjinya untuk mengembalikan uang para nasabah yang mengalami gagal bangun. Untuk mengembalikan uang atau refund ini, Sipoa Group menyiapkan dana Rp. 2,7 miliar.

Proses pencairan uang pengembalian atau refund ini berjalan cukup lancar. Bertempat di Bank BCA Rungkut, Jl. Raya Kendangsari Industri No. 2, Kota Surabaya, Jumat (7/12), 14 konsumen yang memang layak untuk dikembalikan uangnya ini mendatangi kantor bank BCA Cabang Rungkut Industri yang menjadi tempat pengembalian uang.

Sebelum proses pencairan, 14 nasabah ini mulai terlihat sibuk melakukan verifikasi ulang tentang data-data mereka. Ada beberapa tim dari Sipoa Group yang melakukan verifikasi ulang terhadap data-data dari para calon customer yang hendak dikembalikan dananya.

Di perhelatan pengembalian uang nasabah kali ini, Sipoa Group menyiapkan uang hingga puluhan miliar. Total dana yang disiapkan Sipoa Group untuk me-refund dana dari konsumennya yang berjumlah 14 orang ini adalah Rp. 2.721.000.000.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Sipoa Group, konsumen yang menerima pengembalian dari Sipoa itu bernama KMT Susana Slametdaryah, Edi Harsono Pratikno, Diana Rapitasari, SE, Syarif Darmawan, Putri Irmayani, Ir. Indra Budi Lestari, Elizabeth Ratna Titik Tjahyani, Busono, Fahmy Martin, dan Masrifah.

Empat belas konsumen yang menerima dana refund ini adalah bagian dari 87 orang korban yang melapor ke kepolisian. Dalam laporan polisi nomor :LBP/373/III/2018/IM/JATIM 26 Maret 2018, nama pelapor Dikky Setiawan. Untuk laporan polisi ini, perkaranya sudah disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya dengan agenda pembacaan dakwaan.

Sementara itu, Sugeng Teguh Santoso, SH, kuasa hukum sekaligus juru bicara Sipoa Group menerangkan, proses pencairan dana refund ini sendiri diprakarsai Paguyuban Konsumen yang menamakan diri Tim Baik-Baik atau dikenal dengan TB2.

Tiga orang nasabah Sipoa ini sudah mendapat pengembalian uang dari Sipoa Group. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Tiga orang nasabah Sipoa ini sudah mendapat pengembalian uang dari Sipoa Group. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Lebih lanjut Sugeng mengatakan, Sipoa Grup sejak awal sebenarnya bertanggung jawab penuh dan berkomitmen mengembalikan seluruh uang konsumen. Hingga saat ini, ada 60 orang konsumen yang telah menerima refund. Dan 200 orang konsumen yang tergabung dalam TB2 bahkan sudah menerima jaminan refund berupa asset sebanyak tujuh bidang tanah milik persero senilai Rp 40 milyar.

“Pemberian jaminan itu model hak tanggungan berjangka waktu selama enam bulan. Artinya, apabila dalam tempo enam bulan Sipoa Grup gagal bayar maka 200 orang konsumen ini dapat menjual asset milik Sipoa Grup yang dijaminkan, dengan kuasa jual yang mereka miliki,” ungkap Sugeng.

Refunds untuk sisa seluruh konsumen, lanjut Sugeng, bila ingin cepat, lebih baik memakai role model TB2. Sipoa Grup memiliki asset jauh lebih dari cukup dibandingkan dengan total nilai kewajibannya kepada konsumen. Sipoa Grup lebih rela asset persero jatuh ke tangan konsumen dari pada dicaplok mafia.

“Selama ini, ada oknum yang selalu merintangi itikad baik perusahaan yang ingin mengembalikan uang konsumen, baik melalui refund tunai, maupun dengan memakai role model TB2. Rintangan itu datang dari oknum yang memiliki latar belakang membantu kelompok mafia yang ingin mencaplok asset Sipoa Grup,” papar Sugeng.

Oknum ini, sambung Sugeng, menghendaki penyelesaian masalah ditempuh melalui hukum pidana, meskipun masalahnya sendiri perkara yang masuk dalam ranah perdata. Selain itu, masih ada modus oknum yang berperan sebagai koordinator kelompok konsumen. Oknum yang berperan sebagai koordinator kelompok konsumen ini menerapkan sistem pemotongan uang konsumen hingga mencapai 30% dari total uang refunds yang diterima konsumen tersebut.

“Padahal, Sipoa Group sendiri tidak memberlakukan adanya pemotongan uang konsumen. Untuk menghindari adanya pemotongan, disarankan konsumen lebih baik berhubungan langsung dengan Sipoa Grup melalui TB2,” ujar Sugeng.

Elizabeth Ratna Titik Tjahyani merasa senang sekali atas refund yang dia terima. Dia juga berterima kasih pada pihak manajemen sipoa yang telah memberikan secara utuh uangnya. Elizabeth Ratna sendiri bergabung dalam kelompok konsumen yang menamakan diri grup Paguyuban Customer Sipoa. (pay)

Related posts