SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS TNI

Sterdam V/Brawijaya Beri Wawasan Kebangsaan Kepada 190 Orang Tokoh Masyarakat Dan Babinsa

Wawasan Kebangsaan

SURABAYA (surabayaupdate) – Pentingnya wawasan kebangsaaan di dalam kehidupan sehari-hari, Sterdam V/Brawijaya Letkol Drs. Didi Suryadi memberikan pelatihan dan sosialisasi tentang wawasan kebangsaan.

Pelatihan dan sosialisasi wawasan kebangsaan yang digelar di Aula Makorem 084/BJ ini selain dihadiri 190 peserta yang terdiri dari Danramil, Babinsa dan tokoh masyarakat se-Surabaya, Sidoarjo, Gresik dan Madura, juga dihadiri para Dandim, Kasirem dan Kabalakrem 084/Bhaskara Jaya.

Dalam pemaparannya, Sterdam V/Brawijaya, Letkol Drs. Didi Suryadi mengatakan, materi wawasan kebangsaan telah dikemas sedemikian rupa untuk mempermudah para pesertanya sehingga ketika peserta membaca materi yang dikemas dalam buku praktis Danramil/Babinsa mengenai Wawasan Kebangsaan dari Pabandya Bakti TNI Sterdam V/Brw Letkol Drs. Didi Suryadi, dapat memberikan kesadaran dan pemahaman tentang pentingnya sosialisasi materi wawasan kebangsaan kepada seluruh lapisan masyarakat.

“Sosialisasi ini diadakan dengan beberapa alasan yang mendasari diantaranya munculnya fenomena atau gejala lunturnya semangat kebangsaan di masyarakat, menurunnya kesadaran bela negara, peran strategis Danrami/Banbinsa sebagai ujung Binter TNI AD di wilayah dan upaya menyamakan persepsi tentang wawasan kebangsaan, “ ujar Didi.

Wawasan kebangsaan, lanjut Didi, bisa dimulai dari pengenalan sejarah tentang sejarah perjuangan bangsa. Tujuannya, supaya bangsa kita tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa lalu seperti perjuangan yang bersifat lokal maupun kedaerahan dimana ketika itu belum bersatunya para pejuang.

“Perjuangan yang bersifat kedaerahan tersebut yang menyebabkan bangsa Indonesia sulit bersatu dan mudah diadu-domba bahkan dipecah-belah. Akibatnya, bangsa ini mudah di jajah dan dikuasai penjajah hingga 350 tahun lamanya, “ ungkap Didi.

Kemudian, sambung Didi, muncul kesadaran atau kebangkitan nasional yang dipelopori dr. Soetomo atau Budi Utomo dan dilanjutkan Sumpah Pemuda yang melahirkan energi sosial yang meliputi rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan, senasib sepenanggungan dan bibit-bibit nasionalisme.

“Setelah kesadaran nasionalisme terbentuk, dalam perkembangannya kemudian timbul kesadaran baru berupa energi patriotisme yaitu kesadaran untuk berani melawan penjajah dan merebut kemerdekaan yang pada akhirnya mendorong tercapainya Proklamasi Kemerdekaan 1945 oleh Soekarno-Hatta, “ tandasnya.

Masih menurut Didi, pada masa mengisi kemerdekaan sampai saat ini, ternyata permasalahan-permasalahan bangsa mulai muncul dan berkembang sangat kompleks. Permasalahan itu meliputi permasalahan geografi, demografi dan kondisi sosial.

“Yang paling menonjol adalah ledakan jumlah penduduk, terbatasnya kesediaan pangan dan energi fosil yang pada giliranya memunculkan kelangkaan energi, pangan dan air. Kelangkaan itu menyebabkan tingginya angka kematian anak dan terpuruknya kualitas hidup manusia yang diakibatkan karena kemiskinan, kelaparan dan kondisi kesehatan yang buruk, “ papar Didi.

Didi juga menyinggung kondisi sosial yang rawan saat ini seperti bahaya laten komunis, paham ISIS, terorisme, korupsi, tawuran, kerusuhan, konflik antar warga yang semua itu membutukan perhatian dan kewaspadaan bersama.

Contoh-contoh perilaku menyimpang para remaja, pelajar, mahasiswa, pemuda, warga masyarakat dan potensi ancaman dari dalam maupun luar negeri, telah menyadarkan dan memaksa negara melalui TNI untuk semakin dekat dan menyatu dengan rakyat.

Hanya dengan kemanunggalan TNI-Rakyat maka segala ancaman militer maupun non militer dapat ditanggulangi, karena TNI memang di design untuk selalu bersama-sama rakyat. Artinya, TNI tidak bisa hidup dan berjuang sendiri. Bersama rakyat TNI kuat, bersama TNI rakyat kuat. (pen084/pay)

Related posts