SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Video Tentang Masalah Air Bersih Dan Sanitasi Hantar Mahasiswi UK Petra Raih Favorite Video Challenge Di Malaysia

Natasya Evelyn Alamsyah, mahasiswi UK Petra yang meraih penghargaan Favorite Video Challange di Malaysia. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)
Natasya Evelyn Alamsyah, mahasiswi UK Petra yang meraih penghargaan Favorite Video Challange di Malaysia. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Berbekal sebuah keyakinan dan tidak patah semangat, seorang mahasiswi UK Petra raih penghargaan di sebuah kompetisi video challenge yang diadakan di Kuala Lumpur, Malaysia. Video buatannya yang bertemakan masalah air bersih dan sanitasi, akhirnya menghantarnya meraih juara. Dan videonya itu meraih Favorite Video Challange.

Tidak patah semangat. Itulah kiat yang dilakukan Natasya Evelyn Alamsyah saat mengikuti sebuah kompetisi video challange yang diadakan PBB di Kuala Lumpur, Malaysia pada 11-14 Januari 2019.

Selain tidak patah semangat, mahasiswi Program English for Business UK Petra ini juga mempunyai prinsip tidak takut menyerah. Akibat kegigihannya itu, Natasya akhirnya dinobatkan sebagai pemenang diajang kompetisi yang diikuti 6000 delegasi dari seluruh dunia ini.

“Kemenangan ini, menjadi sebuah berkat yang luar biasa. Saya hanya melakukan yang terbaik, tidak berharap menang”, ungkap gadis yang baru pertama kali mengikuti kompetisi ini, dalam rilisnya yang diterima surabayaupdate.com.

Kompetisi bertajuk “Global Goals Model United Nations” ini, awalnya diikuti kurang lebih 6000 delegasi dari seluruh dunia dan terdiri dari dua babak. Mengambil topik “Let’s Realize 17 Goals for a Brighter World”, kompetisi ini mengajak anak muda berusia 18-23 tahun untuk membuat paper sekaligus menjawab beberapa pertanyaan yang sesuai dengan topik, sebagai bagian dari tahap pertama, dan membuat video mengenai topik yang telah dipilih tersebut setelah dinyatakan lulus tahap pertama.

Ada 17 sub tema dan bisa dipilih salah satu oleh peserta kompetisi. Natasya mengambil sub tema mengenai air bersih dan sanitasi. Kebetulan, Natasya mendapatkan soal mengenai air bersih dan sanitasi negara Singapura. Selama satu bulan, ia mencari data dan informasi mengenai air bersih dan sanitasi negara Singapura.

“Saya sempat tidak yakin bisa menyelesaikan paper ini, sebab sangat minim informasi. Hingga suatu hari, saya melihat debat salah satu menteri di Singapura yang membahas hal ini. Akhirnya, saya menggali lebih jauh dan membuat paper tersebut,” ungkap anak pertama dari dua bersaudara ini.

Setelah mendapat pengumuman bahwa Natasya melaju ke babak selanjutnya dan diminta membuat video, mahasiswi angkatan 2017 ini segera membuat konsep videonya. Bertanding dengan 562 delegasi dari 53 negara tak membuat Natasya patah semangat.

Video buatan Natasya tentang masalah air bersih dan sanitasi berdurasi satu menit ini, diambil di tempat asalnya yaitu Kediri. Natasya hanya butuh satu hari saja untuk membuat video ini. Dalam videonya itu, Natasya menceritakan tentang cara mengatasi masalah air bersih dan sanitasi, harus dimulai dari diri sendiri bukan dari yang lainnya.

Dalam video itu, sebagai pembuka, gadis yang hobi menyanyi ini mempertanyakan apakah benar anak muda itu seorang agen perubahan? Video ini mengisahkan kebiasaan anak muda yang katanya dikatakan agen perubahan tetapi masih sering membuang-buang air bersih dalam kehidupan sehari-hari, akan tetapi berubah setelah mengetahui bahwa air bersih itu ternyata penting untuk seluruh umat manusia di dunia ini.

“Jika kita sudah sadar diri bahwa perlu menghemat air bersih dari kebiasaan sehari-hari kita, mulai dari bangun tidur, maka secara otomatis kita akan membantu orang lain dari negara lain untuk tidak kekurangan air,” kata Natasya.

Konsep video yang sangat kuat inilah akhirnya membuat Natasya meraih medali dan piagam. Sedangkan Best Video Challenge diraih delegasi asal India. (pay)

Related posts