SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS TNI

1280 Orang Di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat Positif Covid 19

Foto ilustrasi KSAD Jenderal TNI Andika Perkasa (istimewa)

BANDUNG (surabayaupdate) – Sebanyak 1280 orang di Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) Bandung positif Covid-19.

Berdasarkan data yang dirilis Gugus Tugas sebelumnya menyatakan, jika jumlah orang positif Covid-19 di Secapa AD itu berjumlah 1262 orang.

Jumlah orang yang terjangkit Covid-19 sebanyak 1280 tersebut diungkap langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD), Jenderal TNI Andika Perkasa

dalam konferensi pers di Makodam III Siliwangi, Sabtu (11/7/2020). Dengan adanya data baru yang diungkapkan Jenderal TNI Andika Perkasa itu menunjukkan adanya penambahan baru orang positif Covid-19 berjumlah 18 orang.

Dalam konferensi pers tersebut, selain mengungkapkan jumlah orang yang positif terjangkit Covid-19, perwira tinggi TNI-AD yang menjabat sebagai KSAD sejak 22 November 2018 ini juga mengungkapkan bagaimana kronologisnya hingga akhirnya diketahui jika jumlah orang yang terjangkit Covid-19 di Secapa AD 1280 orang.

Lebih lanjut Andika menjelaskan, dari jumlah 1280 orang positif terjangkit Covid-19 tersebut, terdiri dari anggota, staf termasuk anggota keluarga staf di Secapa AD. 

“Dari 1280, sekitar 991 orang diantaranya adalah perwira siswa, sedangkan sisanya yang berjumlah 289 orang adalah staf dan anggota perwira TNI-AD beserta keluarganya. Untuk anggota keluarga staf yang terjangkit jumlahnya enam orang,” ungkap Andika, Sabtu (11/7/2020).

Berdasarkan laporan yang masuk, lanjut Andika, sekitar dua minggu lalu, Sabtu (27/6/2020), ada laporan masuk dari Komandan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat.

“Dari laporan yang masuk ke saya itu menyatakan ada dua prajurit perwira siswa yang berobat ke Rumah Sakit (RS) Dustira. Laporan ini awalnya sebuah ketidaksengajaan,”  kata Andika.

RS Dustira, sambung Andika, adalah rumah sakit terbesar milik TNI AD yang ada di Jawa Barat tepatnya di Kota Cimahi.

“Satu prajurit perwira berobat ke RS Dustira itu dengan keluhan bisul, demam, karena ada infeksi kemudian masalah tulang belakang. Prajurit perwira siswa yang dicurigai terpapar Covid-29 ini selanjutnya dilakukan swab dan hasilnya positif,” jelas Andika.

Masih menurut Andika, begitu mengetahui adanya sejumlah prajurit perwira siswa yang berobat dengan berbagai macam keluhan, alat rapid test pun dikirimkan untuk mengetahui kondisi anggota yang lain.

“Alat Rapid Test yang dikirim dari Jakarta hari itu juga berjumlah 1250. Jumlah siswa Secapa 1198 orang. Dengan pertimbangan ada pelatih, maka alat Rapid Test yang dikirimkan sebanyak 1.400 unit,” jelas Andika.

Usai dilakukan rapid test, sambung Andika, ternyata 187 anggota dinyatakan reaktif. Dari sana, lalu dilakukan swab test.

Swab test, menurut Andika, untuk meyakini apakah prajurit-prajurit itu benar-benar terpapar Covid-19. Untuk Swab test maka dikirimlah VTM. 

Andika juga menjelaskan, VTM adalah alat untuk swab. Test swab dilakukan dilaboratorium PCR. Dari sinilah akhirnya ditemukan adanya siswa yang positif Covid-19. (dtc/pay). 

Related posts