surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

KPPU Akan Selidiki Adanya Kartel Dibalik Kelangkaan Sapi Di Surabaya

Aru Armando, Kepala Kantor KPPU Perwakilan Surabaya, saat berbincang-bincang dengan salah satu pedagang daging sapi di RPH Pegirian. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Aru Armando, Kepala Kantor KPPU Perwakilan Surabaya, saat berbincang-bincang dengan salah satu pedagang daging sapi di RPH Pegirian. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Langkanya pasokan sapi di Jawa Timur khususnya di Surabaya mendapat tanggapan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Perwakilan Surabaya. Untuk mengetahui adanya kemungkinan kartel dibalik kelangkaan pasokan sapi di Surabaya, KPPU Perwakilan Surabaya akan melakukan penyelidikan.

Penyelidikan ini akan dilakukan KPPU Perwakilan Surabaya, setelah melakukan sidak di Perusahaan Daerah (PD) Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang berada di Jalan Pegirian Surabaya, Minggu (8/1) dini hari lalu.

Aru Armando, Kepala Kantor Perwakilan KPPU Surabaya mengatakan, indikasi adanya kartel dibalik kelangkaan daging sapi dan pasokan sapi di Surabaya masih akan diselidiki KPPU Perwakilan Surabaya.

“Kelangkaan yang kami temukan pada sidak kali ini memang sudah sangat memprihatinkan. Fakta yang kami temukan dilapangan, berdasarkan pengakuan dari pedagang sapi dan para jagal sapi yang ada di RPH Pegirian waktu sidak, memang ada kelangkaan pasokan sapi, “ ujar Aru.

Akibatnya, lanjut Aru, hal ini akan sangat berpengaruh terhadap harga daging sapi di pasar tradisional maupun pasar-pasar lain yang menjual daging sapi di Surabaya. Jika hal ini dibiarkan, tentu saja akan merugikan masyarakat.

“Berdasarkan pengakuan para jagal sapi yang kami temui saat sidak di RPH Pegirian ini, akibat berkurangnya pasokan sapi yang disembelih di RPH Pegirian, maka harga daging sapi di pasaran mengalami kenaikan Rp. 5-10 ribu per kilogramnya, “ ungkap Aru.

Selain itu, sambung Aru, pengaruh yang sangat dirasakan para jagal sapi yang menggantungkan hidupnya dari berdagang daging sapi, kelangkaan itu berpengaruh juga kepada pendapatan mereka tiap harinya.

“Jika pasokan sapi normal, setiap jagal yang bekerja di RPH Pegirian ini mampu memotong 8-10 ekor sapi setiap malamnya. Namun kali ini, para pejagal sapi ini hanya mampu memotong 1-2 ekor sapi tiap malamnya. Ini terjadi sudah hampir 1 bulan, “ kata Aru.

Salah satu aktivitas pemotongan hewan di RPH Pegirian. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Salah satu aktivitas pemotongan hewan di RPH Pegirian. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Masih menurut Aru, berkurangnya pasokan sapi di RPH Pegirian, membuat beberapa pejagal sapi mendatangkan sapi dari daerah di luar Jawa Timur. Akibatnya, para pejagal sapi ini harus mengalami kerugian tiap harinya Rp. 2-3 juta.

Sebelum melaporkan ke KPPU Pusat, Aru mengatakan, KPPU Perwakilan Surabaya akan segera melakukan pengecekan ke pasar-pasar tradisional di Madura dan beberapa tempat di Jawa Timur serta feedlouter yang selama ini memasok sapi ke RPH Pegirian.

“Dari pengecekan ini akan diketahui mengapa pasokan sapi di Surabaya terganggu. Kami juga ingin melihat, apakah stok sapi di Jawa Timur ini benar-benar langka atau stok ada namun sengaja ditahan oleh oknum-oknum tertentu. Jika memang stok ada namun sengaja ditahan oleh oknum-oknum tertentu, maka hal ini kuat mengindikasikan adanya peran kartel dalam kelangkaan pasokan sapi potong di Surabaya, “ papar Aru.

Hasil dari sidak yang dilakukan KPPU Perwakilan Surabaya di RPH Pegirian ditambah pengecekan ke pasar-pasar hewan dan feedlouter yang selama ini memasok sapi ke Surabaya akan dilaporkan ke KPPU Pusat untuk segera di tindak lanjuti.

KPPU Perwakilan Surabaya tidak menginginkan adanya kartel dibalik kelangkaan stok sapi di Surabaya, seperti yang sudah ditemukan di Jabodetabek. Dan untuk memantau pasokan sapi di seluruh Indonesia, KPPU Pusat dan beberapa kantor perwakilannya di seluruh Indonesia, pada hari yang sama juga mengadakan sidak ke pasar-pasar hewan dan rumah-rumah pemotongan hewan.

Sidak serentak yang dilakukan KPPU itu, selain dilakukan KPPU Perwakilan Surabaya, juga dilakukan KPPU Perwakilan Medan, Batam, Makasar dan Balikpapan. Hasil dari sidak 5 kantor perwakilan KPPU ini, akan dilaporkan ke KPPU Pusat untuk ditindaklanjuti. (pay)

 

Related posts

Kasus Dugaan Pemerasan Dan Penggelapan Dirut PT Prosam Plano Masih Ngambang Dan Tidak Jelas Kelanjutannya

redaksi

Korban Sumpah Palsu Minta Keadilan Serta Perlindungan Hukum Kepada Kapolri Dan Kapolda Jatim

redaksi

Status Tahanan Kota Terdakwa Imam Santoso Terancam Dibatalkan

redaksi