surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Jenasah Bocah Umur Sembilan Tahun Ditemukan Di Belakang Sekolah Dasar

 

Salah satu pihak keluarga, duduk di sebelah jenasah Ahmad Habibie, korban pembunuhan. (FOTO : benny/surabayaupdate.com)
Salah satu pihak keluarga, duduk di sebelah jenasah Ahmad Habibie, korban pembunuhan. (FOTO : benny/surabayaupdate.com)

PALANGKARAYA (surabayaupdate) – Jenasah seorang bocah laki-laki yang diperkirakan berumur sembilan tahun ditemukan di belakang halaman Sekolah Dasar (SD) Handiwung Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas, Jumat (11/11). Dugaan sementara, jenasah yang ditemukan ini adalah korban pembunuhan.

Setelah ditemukan, akhirnya diketahui jika korban meninggal ini bernama Ahmad Habibie (9), siswa kelas tiga Madrasah Ibtidaiyah (MI) Miftahuddin. Jenasah korban akhirnya bisa diketemukan berkat pencarian yang dilakukan pihak keluarga dibantu dengan warga sekitar.

Informasi yang diterima surabayaupdate.com di TKP, penemuan mayat ini berawal dari kecurigaan pihak keluarga yang menunggu kepulangan korban dari sekolah hingga pukul 19.00 Wib. Setelah dicari ke sekolahnya, korban sudah tidak ada disekolah.

Dicari hingga pukul 13.00 Wib korban tak juga diketemukan, pihak keluarga kemudian memutuskan untuk melaporkan kehilangan anak ini ke Polsek Pulau Petak. Mendapat laporan dari warga, pihak kepolisian langsung melakukan pencarian.

Terkait hilangnya Ahmad Habibie ini, Samsiwal, kakek korban mengatakan, bahwa ia terakhir kali melihat korban pergi bermain bersama dengan Syahrul sekitar pukul 10.30 Wib. Waktu itu, Samsiwal sempat curiga, mengapa hingga siang begitu korban tidak pulang dari bermain untuk berangkat ke sekolah.

“Atas kecurigaan saya itu, saya kemudian mendatangi Syahrul, teman bermain cucu saya itu. Saya mendatangi Syahrul, karena saya sempat melihat bahwa cucu saya itu terakhir kali bermain bersama Syahrul, “ ungkap Samsiwal.

Begitu bertemu Syahrul, Samsiwal kemudian menanyakan keberadaan korban. Syahrul mengatakan jika ia membawa korban ke belakang sekolah. Namun ketika ditanya, siapa saja teman korban yang berada di belakang SD Handiwung, Syahrul hanya diam tak menjawab pertanyaan kakek korban.

“Perasaan saya makin tidak enak mendengar penjelasan Syahrul. Saya kemudian melaporkan hal ini ke kepala desa. Bersama dengan pihak kepala desa dan keluarga, kami kemudian melakukan pencarian ke belakang halaman SD Handiwung, “ papar Samsiwal.

Masih menurut Samsiwal, sesampainya di belakang halaman sekolah, orang-orang yang mencari korban dikejutkan dengan sosok manusia yang tertelungkup di sebuah semak belukar yang jaraknya 30 meter dibelakang sekolah. Setelah didekati, ternyata sosok manusia yang sudah tak bernyawa tersebut adalah Ahmad Habibie.

Kasat Reskrim Polres Kapuas, AKP. Wiwin mengatakan, hingga kini polisi masih terus melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab kematian Ahmad Habibie. Saat ditemukan, kondisi korban dalam keadaan telungkup dan kondisi pakaian sudah terlepas, badan memar akibat bekas pukulan.

Sementara itu, Kapolsek Pulau Petak Iptu H Warlita mengatakan, saat ini polisi mengamankan seseorang yang diduga kuat sebagai pelaku pembunuhan. Orang yang diamankan itu bernama Syahrul bin Puadi, salah satu siswa kelas enam Madrasyah Ibtidaiyah Miftahuddin Desa Handiwung Kecamatan Pulau Petak Kabupaten Kapuas, yang masih satu sekolah dengan korban. Hingga saat ini, kasus pembunuhan ini masih di kembangkan unit reskrim Polsek Pulau Petak dan Polres Kapuas. (ben)

Related posts

Presiden Jokowi Perintahkan Kasus Penularan Covid 19 Di Jatim Yang Begitu Tinggi Harus Turun Dalam Waktu 2 Minggu

redaksi

Henry J Gunawan Merasa Terdzalimi Di Perkara Investasi Pasar Turi

redaksi

Danrem 081/DSJ Beri Arahan Anggota Kodim 0805/Ngawi

redaksi