SURABAYA UPDATE
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

Bank Indonesia Dan 12 Bank Lainnya Buka Layanan Penukaran Uang Di Makodam V/ Brawijaya

mobil penukaran uang milik Bank Indonesia di lapangan Makodam V/Brawijaya. (FOTO : dona/istimewa)

SURABAYA (surabayaupdate) – Menyambut Hari Raya Idul Fitri 1440 H, Bank Indonesia (BI) bekerjasama dengan beberapa perbankan dan Kodam V/Brawijaya menggelar kegiatan penukaran uang rupiah.

Bertempat di lapangan Makodam V/Brawijaya, Selasa (21/05/2019), BI secara resmi membuka layanan penukaran uang untuk masyarakat. Selain dihadiri Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad.Johansyah, acara pembukaan layanan penukaran uang di lapangan Makodam V/Brawijaya ini juga dihadiri Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Bambang Ismawan, Kepala Kanwil BNI Surabaya, Moch. Jufri serta beberapa tamu undangan yang lainnya.

Sebelum acara penukaran uang ini dimulai, beberapa masyarakat yang ingin menukarkan uang di lapangan Makodam V/Brawijaya terlihat sudah mengantri sejak pukul 05.00 Wib. Pelaksanaan penukaran uang itu sendiri dimulai pukul 09.00 Wib.

Terkait dengan pelaksanaan penukaran uang dilapangan Makodam V/Brawijaya, Difi Ahmad Johansyah mengatakan, pelaksanaan penukaran uang ini dimulai tanggal 21 Mei 2019 sampai dengan 23 Mei 2019, kemudian disambung tanggal 27 Mei 2019 sampai 29 Mei 2019.

“Pelaksanaan penukaran uang di lapangan Makodam V/Brawijaya hanya enam hari. Dimulai Selasa (21/5/2019) sampai Kamis (23/5/2019) kemudian dilanjutkan Senin (27/5/2019) sampai Rabu (29/5/2019). Untuk penukaran yang berlangsung dilapangan Makodam V/Brawijaya, masyarakat akan dilayani sejak pukul 09.00 Wib sampai 11.30 Wib atau sampai uang yang dibawa kas keliling perbankan habis,” ungkap Difi.

BI, lanjut Difi, untuk pelaksanaan penukaran uang di lapangan Makodam V/Brawijaya, bekerjasama dengan 12 perbankan. Selain BI, perbankan yang dilibatkan dalam penukaran uang ini diantaranya BNI, Permata Bank, Bank Jatim dan Bank Muamalat,  Setiap harinya, 12 perbankan tersebut, akan melayani 1300 penukar uang.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur, Difi Ahmad.Johansyah (TENGAH/BERDASI) membuka pelaksanaan penukaran uang di lapangan Makodam V/Brawijaya, didampingi Kepala Staf Kodam V/Brawijaya, Brigjen TNI Bambang Ismawan dan pejabat perbankan lain. (FOTO : dona/istimewa)

“Untuk nilai maksimal yang dapat ditukarkan satu orang penukar di lapangan Makodam V/Brawijaya adalah sebesar Rp 3,7 juta per paketnya. Satu paket itu terdiri dari pecahan Rp. 2 ribu, pecahan Rp. 5 ribu, pecahan Rp. 10 dan pecahan Rp 20 ribu,” jelas Difi.

Selain itu, Difi juga menjelaskan, untuk mendapatkan layanan penukaran uang ini, masyarakat cukup menunjukkan kartu tanda pengenal yaitu KTP. Selain itu, demi memudahkan masyarakat dalam bertransaksi, masyarakat tidak harus membawa uang tunai. Masyarakat yang ingin menukarkan uang cukup membawa kartu debet.

“BI dan 12 perbankan yang bertugas melayani masyarakat di lapangan Makodam V/Brawijara, akan menyediakan mesin Electronic Data Capture (EDC). Mesin EDC ini diperuntukkan bagi masyarakat yang tidak sempat menarik uangnya terlebih dahulu sehingga masyarakat yang ingin menukar uang, tidak perlu membawa uang tunai sehingga lebih aman,” papar Difi.

Lebih lanjut Difi mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan uang Lebaran, BI menjamin kecukupan uang pada periode Ramadhan tahun 2019 ini, sehingga masyarakat tidak usah panik dan bijak menggunakan uangnya.

Berkaitan dengan kebutuhan masyarakat akan uang yang akan dipergunakan di Hari Raya Idul Fitri 1440 H ini, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur memperkirakan adanya peningkatan kebutuhan uang tunai. Hal ini sebagai dampak dari peningkatan transaksi di masyarakat dan libur Lebaran. Diperkirakan, kebutuhan akan uang tunai di Jatim pada periode Ramadhan tahun 2019 ini sebesar Rp 33,4 triliun atau naik 15% dari tahun lalu yang jumlahnya sebesar Rp 29 trilyun.

Menanggapi pernyataan Difi Ahmad Johansyah tentang ketersediaan uang Lebaran bagi masyarakat, Kepala Kanwil BNI Surabaya, Moch. Jufri mengatakan, BNI telah menyiapkan modal sebesar Rp 500 Milyar untuk penukaran uang Lebaran periode Ramadhan tahun 2019 ini.

masyarakat Surabaya yang sudah menukarkan uangnya di lapangan Makodam V/Brawijaya. (FOTO : dona/istimewa)

“Persediaan uang Lebaran BNI cukup banyak, sebesar Rp. 500 miliar. Untuk itu, kami menghimbau kepada masyarakat untuk tidak khawatir, tidak panik. Apabila masyarakat tidak dapat menukarkan uangnya pada periode hari ini, masyarakat bisa menukarkan uangnya di hari lain,” ungkap Moch. Jufri.

Sementara itu, Kepala Staf Kodam V/Brawijaya Brigjen TNI Bambang Ismawan,.mengatakan, pemberian uang baru memang sudah jadi tradisi di masyarakat Indonesia, pada perayaan Hari Raya Idul Fitri.

“Kami berharap, pelaksanaan pelayanan penukaran uang di lapangan Makodam V/Brawijaya ini dapat berjalan dengan tertib dan lancar sehingga masyarakat dapat memperoleh pecahan uang yang diharapkan,” ujar Bambang Ismawan.

Selain di lapangan Makodam V/Brawijaya, BI dan 12 perbankan yang melayani penukaran uang untuk Lebaran, juga membuka layanan penukaran di sejumlah titik lain, jumlahnya 471 outlet perbankan di Jawa Timur yang memasang spanduk layanan penukaran.

Di 471 outlet perbankan di Jawa Timur ini akan melayani penukaran uang setiap hari Selasa sampai dengan Kamis mulai tanggal 21–29 Mei 2019. Selain di lapangan Makodam V/Brawijaya, penukaran yang berupa kas keliling perbankan berada di Disperindag Jatim tanggal 24 Mei 2019 mulai pukul 09.00 Wib sampai pukul 11.00 Wib, Terminal Purabaya tanggal 25-31 Mei 2019 mulai pukul 09.00-11.00 Wib, depan kantor Bank Indonesia Jalan Pahlawan tanggal 25, 26 dan 30 Mei 2019 mulai pukul 09.00-11.00 Wib, Stadion Sidoarjo tanggal 25,26 dan 30 Mei 2019 pukul 09.00-11.00 Wib serta Pasar Genteng dan Jembatan Merah Plaza tanggal 1 Juni 2019 pukul 09.00-11.00.

Bank Indonesia juga telah bekerjasama dengan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) dan perbankan untuk menyediakan Layanan Gerak Perbankan di 15 rest area dan empat gerbang tol pada enam ruas jalan tol yaitu Surabaya-Gempol, Surabaya-Gresik, Surabaya-Mojokerto, Mojokerto-Jombang, Ngawi-Kertosono dan Pasuruan-Probolinggo pada tanggal 25 Mei – 15 Juni 2019. Khusus untuk layanan penukaran akan tersedia pada tanggal 28, 29 dan 31 Mei 2019. Jumlah orang yang dilayani maksimal 600 orang per hari.

Agar kenyamanan dan keamanan penukaran uang dapat terjaga, Difi menghimbau kepada masyarakat untuk menukarkan uang mereka di tempat penukaran resmi, baik yang diselenggarakan BI bersama dengan Perbankan maupun pihak lain yang ditunjuk BI. Hal ini untuk menghindari risiko uang palsu dan kemungkinan selisih. Masyarakat juga diharapkan tidak melakukan penukaran uang secara berlebihan.

Tak lupa pula, Difi mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dalam melakukan transaksi dengan meneliti ciri-ciri keaslian uang dengan metode 3D, Dilihat, Diraba, Diterawang. BI juga mendorong masyarakat untuk memperlakukan dan merawat rupiah dengan baik melalui metode 5 Jangan, yaitu Jangan Dilipat, Jangan Dicoret, Jangan Distapler, Jangan Diremas, dan Jangan Dibasahi. (pay)

Related posts