surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

Bank Indonesia Meyakini, Perekonomian Di Jawa Timur Akan Tumbuh Di Tahun 2023

Pertemuan tahunan Bank Indonesia Propinsi Jawa Timur 2022. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Di tengah tantangan ekonomi global yang ada, Bank Indonesia meyakini, bahwa perekonomian di Jawa Timur masih akan tumbuh di tahun 2023.

Pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur ini seiring dengan terciptanya sinergi kebijakan dan inovasi antara Pemerintah Daerah, Bank Indonesia dan lembaga atau otoritas lain di Jawa Timur.

Selain pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia Jawa Timur juga memperkirakan adanya tantangan yang akan dihadapi kedepannya.

Tantangan perekonomian itu antara lain kondisi ekonomi global yang masih terancam resesi, gangguan mata rantai global dan ketegangan politik, serta kondisi ekonomi domestik yang perlu diwaspadai seperti konsolidasi fiskal, normalisasi kebijakan moneter, bantuan sosial untuk BBM dan subsidi upah yang tidak berlanjut.

Namun demikian, ekonomi Jawa Timur berpotensi terus mengalami perbaikan seiring dengan terkendalinya Covid-19, berlanjutnya pembangunan proyek strategis nasional, serta meningkatnya kegiatan dalam rangka persiapan Pemilu.

Rizki Ernadi Wimanda, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur juga mengatakan, dalam pertemuan tahunan Bank Indonesia Jawa Timur tahun 2022, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tahun 2023 akan berada di kisaran 4,9% – 5,3%.

“Pertumbuhan itu ditopang tumbuhnya lima lapangan usaha utama di Jawa Timur,” kata Rizki Ernadi.

Selain itu, lanjut Rizki, pertumbuhan itu juga disebabkan tingginya konsumsi dan investasi di Jawa Timur.

Rizki kembali menjelaskan, ekonomi Jawa Timur pada triwulan ke- III 2022 sudah lebih tinggi dibanding level pre-pandemi Covid 19 dengan capaian sebesar 5,58% (yoy).

Ekonomi Jawa Timur pada triwulan IV 2022 diperkirakan akan terus pulih, sejalan dengan terkendalinya kasus Covid-19, karena optimalisasi vaksinasi Covid-19 yang menjadi game changer perbaikan ekonomi Jawa Timur.

“Bangkitnya ekonomi Jawa Timur di tengah pandemi Covid-19, tidak lepas dari upaya sinergi perluasan digitalisasi Jawa Timur yang terlihat dari peningkatan transaksi e-commerce, transaksi uang elektronik dan QRIS, serta pengembangan UMKM, ekonomi syariah, dan pariwisata untuk meningkatkan inklusivitas ekonomi Jawa Timur seperti Festival Ekonomi Syariah Jawa, Java Coffee Culture, Side Event Presidensi G20, Rumah Kurasi, Sertifikasi Halal, dan pencatatan informasi keuangan bagi UMKM (SIAPIK),” ungkap Rizki.

Bandoe Widiarto, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur dalam sambutannya menyampaikan, pertemuan tahunan Bank Indonesia merupakan puncak acara high level event Bank Indonesia, yang di dalamnya disampaikan pandangan Bank Indonesia tentang ekonomi ke depan, tantangan yang dihadapi dan arah kebijakan yang dilakukan dalam mendukung kebijakan pemerintah ke depan.

“Dengan tema Sinergi dan Inovasi Memperkuat Ketahanan dan Kebangkitan Menuju Indonesia Maju, Bank Indonesia berharap sinergi dan inovasi dapat menjadi kunci dalam menghadapi dinamika ekonomi yang terjadi, sehingga ketahanan dan kebangkitan ekonomi dapat diperkuat untuk mencapai Indonesia maju,” ujar Bandoe.

Bank Indonesia memperkirakan Ekonomi Jawa Timur pada tahun 2022 tumbuh dikisaran 5,1% – 5,5% (yoy) atau tumbuh lebih tinggi dibandingkan tahun 2021 (3,57%, yoy).

Sementara inflasi Jawa Timur berada di atas batas atas sasaran inflasi nasional 3%±1%, yang diperkirakan akan turun di kisaran 6,2% – 6,6% (yoy).

Untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, Bank Indonesia merekomendasikan untuk memperluas penggunaan QRIS, peningkatan utilisasi kawasan industri, hilirisasi agroindustri, meningkatkan Local Currency Settlement (LCS) dan meningkatkan ekspor ke negara yang menjalin kerjasama perdagangan.

Terkait pengendalian inflasi, KPwBI Provinsi Jawa Timur mendorong perluasan kesepakatan kerja sama perdagangan antardaerah secara Business to Business (B2B), tetap melaksanakan operasi pasar, mendorong modern farming, digitalisasi pemasaran produk pertanian, serta memperkuat stok beras Buloq untuk menjaga stabilitas pasokan beras.

Pertemuan tahunan Bank Indonesia Jawa Timur kali ini dihadiri 129 peserta secara luring dan 1.386 peserta secara daring pada kanal Zoom, Youtube dan Instagram Bank Indonesia Jawa Timur.

Pada acara ini, Bank Indonesia Jawa Timur juga memberikan penghargaan kepada mitra strategis sebagai bentuk apresiasi kepada stakeholders yang telah mendukung akselerasi perekonomian Jawa Timur di tahun 2022. (awp)

 

Related posts

Komisi III Siap Membentuk Pansus Untuk Menyelesaikan Dan Mengungkap Kasus Dugaan Penyerobotan Tanah Grand City Mall

redaksi

Perkara Dugaan Pemerasan Dan Dugaan TPPU Yang Melibatkan Mantan Dirut Pelindo III Dan Mantan Dirut PT TPS Digelar Serempak Di PN Surabaya

redaksi

Gubernur Dan Forkopimda Jawa Timur Saksikan Peresmian Rumah Restoratif Justice Di Kampus Unair

redaksi