SURABAYA UPDATE
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

CEO Tokopedia Berbagi Ilmu Entrepreneur Di ITS

CEO Tokopedia saat berbagi pengalaman dengan mahasiswa ITS. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)
CEO Tokopedia saat berbagi pengalaman dengan mahasiswa ITS. (FOTO : dokumen pribadi untuk surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Untuk memberikan motiviasi kepada para mahasiswanya, Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS) yang bekerjasama dengan Kantor Staf Presiden (KSP) datangkan seorang motivator di bidang entrepreneur.

Tamu spesial yang diundang itu adalah William Tanuwijaya, founder atau CEO Tokopedia. William sengaja diundang untuk menghadiri program KSP Goes To School. Dihadapan ratusan mahasiswa, William berbagi ilmu entrepreneur di Gedung Pusat Robotika ITS, Kamis (16/3).

Kepada mahasiswa yang menghadiri kuliah tamu kelas inspirasi ini, William Tanuwijaya berbagi pengalaman selama membangun membangun perekonomian digital di Indonesia hingga mencapai kesuksesan, dalam acara bertema Entrepreneurs Wanted!.

Pria asal Pematang Siantar ini bercerita mulai masih titik nol hingga menjadi salah satu wirausahawan terbaik di Indonesia saat ini. Acara ini merupakan seri kedua dari roadshow kegiatan KSP Goes to School ke beberapa kota di Indonesia.

Dalam acara yang juga dihadiri Direktur Jenderal (Dirjen) Pembelajaran dan Kemahasiswaan Pendidikan Tinggi (Belmawa Dikti), Prof Intan Ahmad PhD ini, William membagikan pengalamannya dalam membangun Tokopedia.

Pria kelahiran 36 tahun yang lalu ini mengaku, untuk membangun situs belanja online tersebut ia melewati proses yang tidak mudah. Ide itu hadir kali pertama sekitar 10 tahun yang lalu, berangkat dari masalah kepercayaan masyarakat Indonesia untuk bertransaksi secara online.

“Saya melihat permasalahan ini sudah berhasil dipecahkan oleh beberapa model bisnis di belahan dunia lain. Jadi saya merasa melihat peluang untuk juga diterapkan di Indonesia,” ungkap pria kelahiran 18 November 1981 ini.

Dalam prosesnya, ide William tidak serta merta menemukan solusi. Bersama rekannya, Leontinus Alpha Edison, William mengalami kesulitan menemukan promotor. Hal ini dikarenakan ide mereka dianggap sesuatu yang sulit direalisasikan. Ternyata, hal itu tidak lantas menyurutkan semangatnya. Mengambil filosofi semangat bambu runcing, William Tanuwijaya bersama dengan rekannya itu terus bergerak maju melawan semua keraguan terhadap mimpi yang dimilikinya.

“Saat itu sampai sekarang, saya terus memegang tiga prinsip semangat bambu runcing. Prinsip tersebut adalah keberanian, kegigihan, dan harapan. Akan sangat mudah menyatakan keberanian, tapi tanpa kegigihan dan harapan, semuanya tidak akan menjadi nyata,” tegas alumnus Bina Nusantara (Binus) Jakarta ini.

Kini, semua kerja keras William Tanuwijaya telah terbayar tuntas. Tokopedia kini menjadi platform marketplace terbesar di Indonesia. Mimpi William untuk memajukan perekonomian Indonesia lewat digital pun telah terwujud. Saat ini, lebih dari 1,5 juta pengusaha memulai usahanya melalui Tokopedia.

William pun berpesan kepada seluruh mahasiswa ITS dan calon wisudawan yang hadir agar tidak takut untuk bermimpi. Menurut William, Presiden RI pertama, Soekarno saat membangun Indonesia memikul harapan yang besar agar Indonesia bisa terus merdeka. Sekarang usia Indonesia belum 100 tahun, jangan sampai kita kehilangan kemerdekaan kita dalam bermimpi.

Kegiatan yang digagas ITS Surabaya bekerjasama dengan KSP ini merupakan upaya pemerintah untuk menyebarkan semangat kewirusahaan di kalangan pelajar dengan mengadakan talkshow di sekolah maupun perguruan tinggi bersama tokoh inspiratif di bidang entrepreneur.

Rektor ITS, Prof Ir Joni Hermana MscES PhD, dalam sambutannya kepada mahasiswa mengatakan, betapa penting peran seorang entrepreuner untuk memajukan sebuah negara. Lebih lanjut guru besar Departemen Teknik Lingkungan ini mengatakan, untuk menjadikan sebuah negara maju, dibutuhkan setidaknya empat persen pengusaha dari total penduduk yang dimiliki.

Semenatara itu, Deputi III Kepala Staf Kepresidenan, Denni Puspa Purbasari, mengatakan bahwa entrepreneur bisa menjadi jalan untuk mengabdi kepada bangsa.

“Saat ini pemerintah sedang gencar memajukan pendidikan. Kita masih kekurangan entrepreneur untuk membuka lapangan pekerjaan, sehingga kita kekurangan investasi,” tutur Denni.

Sebagai informasi., seri pertama KSP Goes to School berlangsung pada 4 Februari lalu, dengan menghadirkan Arif Rachmat, CEO Triputra Agro Persada yang disambut antusias sekitar 300 siswa SMAN 1 Teladan, Yogyakarta. (tumpal)

Related posts