SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS POLITIK & PEMERINTAHAN

DOLLY DAN JARAK MULAI MENCEKAM

Sejumlah warga sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak muai tampak berjaga-jaga, menunggu kedatangan FPI yang dikabarkan akan menyerang Dolly dan Jarak. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)
Sejumlah warga sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak muai tampak berjaga-jaga, menunggu kedatangan FPI yang dikabarkan akan menyerang Dolly dan Jarak. (FOTO : Parlin/surabayaupdate)

SURABAYA (SurabayaUpdate) – Penutupan Lokalisasi Dolly dan Jarak yang rencananya akan dilakukan tepat pukul 19.00 Wib, hingga saat ini belum terjadi. Meski demikian, ketegangan pun mulai terasa.

Isu Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan melakukan pergerakan ke Lokalisasi Dolly dan Jarak tepat pukul 19.00 Wib, langsung direspon beberapa warga sekitar. Bersama dengan warga, para pekerja lokalisasi dengan dibantu warga di sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak mulai memperketat penjagaan.

Jika sore hari, beberapa gang menuju ke Lokalisasi Dolly dan Jarak hanya dijaga beberapa warga, mendekati deadline yang diberlakukan Pemkot Surabaya untuk melakukan penutupan lokalisasi, intensitas penjagaan di seluruh gang dan akses-akses jalan menuju ke Lokalisasi Dolly dan Jarak mulai diperketat.

Diperketatnya penjagaan itu, selain mengacu pada jam pelaksanaan penutupan, juga dipicu datangnya Front Pembela Islam (FPI) dan akan membantu Pemkot Surabaya untuk melakukan penutupan paksa.

Kabar yang mengatakan jika FPI akan menyerbu Lokalisasi Dolly dan Jarak ini, sudah didengar warga sejak pukul 17.00 Wib. Tidak ingin Lokalisasi Dolly dan Jarak diserang FPI, beberapa warga kemudian membentuk barikade, dengan menambah penutup jalan.

Selain itu, warga juga mulai berjaga-jaga dibeberapa titik yang dianggap paling sentral, diantaranya, perempatan Jalan Putat Jaya C, gang Dolly dan di Jalan Girilaya. Massa juga menempatkan orang untuk berjaga-jaga di perempatan Jalan Dukuh Kupang dan dekat Islamic Centre, tempat dilaksanakannya deklarasi penutupan Dolly dan Jarak yang digagas Pemkot Surabaya bersama aparat terkait.

Hasil pantauan di lapangan, beberapa toko, warung, café dangdut dan wisma-wisma yang biasanya tiap malam buka, khusus mala mini, tidak ada yang berani buka. Tidak sedikit toko-toko yang tersebar di Lokalisasi Dolly dan Jarak dijaga warga, untuk mengantisipasi tindak pidana pengerusakan dan penjarahan jika sampai terjadi chaos antara warga dengan FPI.

Polisi juga mulai menambah jumlah personilnya di beberapa titik yang dianggap rawan terjadi konflik seperti di Jalan Girilaya dan Jalan Dukuh Kupang Surabaya. Bahkan, beberapa polisi baik berpakaian preman maupun berpakaian seragam, terlihat hilir mudik, sambil mengawasi situasi.

Massa yang tergabung dalam Front Pekerja Lokalisasi (FPL), Forum Pekerja Lokalisasi dan warga di sekitar Lokalisasi Dolly dan Jarak, hingga saat ini terus mengawasi siapa saja yang masuk ke Lokalisasi Dolly dan Jarak.

Bahkan, posko FPL yang juga dipakai para wartawan yang melakukan tugas peliputan di Lokalisasi Dolly dan Jarak, mulai menghimbau kepada para jurnalis untuk mengenakan pita warna Merah sebagai tanda bahwa mereka adalah jurnalis yang sedang melakukan tugas peliputan. (pay)

 

 

Related posts