SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Jawa Timur Juga Tertinggi Di Indonesia Angka Kematian Akibat Covid 19

Gambar ilustrasi penyebaran virus covid-19. (FOTO : istimewa)
SURABAYA (surabayaupdate) – Jawa Timur kembali menjadi sorotan nasional dalam hal penanganan penyebaran virus Covid-19 di Indonesia. Selain menduduki peringkat pertama dalam hal penyebaran virus Covid-19, Jawa Timur juga tertinggi angka kematiannya akibat Corona di Indonesia.
Juru Bicara Pemerintah untuk penanganan Virus Corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB, Jakarta, Minggu (28/6) mengatakan, Jawa Timur masih menduduki peringkat pertama di Indonesia mengalahkan DKI Jakarta dalam hal penyebaran Virus Covid-19.
“Hingga hari ini, kasus penambahan harian penyebaran Virus Corona di Jawa Timur berjumlah 330 kasus baru dan yang sembuh jumlahnya 101,” ungkap Achmad Yurianto, Minggu (28/6/2020).
Setelah Jawa Timur, lanjut Yurianto, kasus penambahan harian penyebaran Virus Covid-19 di Indonesia terjadi di Sulawesi Tenggara.
“Di Sulawesi Tenggara, 192 orang pada hari ini terkonfirmasi positif corona. Jawa Tengah menempati urutan ketiga dalam hal penambahan harian penyebaran Covid-19 di Indonesia, dengan angka penambahan kasus baru mencapai 188 kasus,” papar Yurianto.
Untuk peringkat keempat dalam hal penambahan harian Virus Covid-19, sambung Yurianto, ditempati DKI Jakarta dengan angka kasus baru sebanyak 125 kasus.
“Sehingga, jumlah komulatif kasus positif Covid-19 di Jawa Timur 11.508 kasus, sedangkan DKI Jakarta menempati urutan kedua dengan jumlah 11.114 kasus,” jelas Yurianto.
Selain kasus positif Covid-19, pasien yang meninggal dunia akibat virus corona di Jawa Timur juga lebih tinggi dibanding DKI Jakarta.
Lebih lanjut Yurianto mengatakan, jumlah pasien yang meninggal dunia di Jawa Timur per hari ini berjumlah 831 orang. Jumlah ini jauh lebih tinggi dari pasien yang meninggal dunia di DKI Jakarta yang jumlahnya 625 orang.
Sementara itu, kasus positif virus corona di seluruh Indonesia per hari ini mencapai 54.010 kasus. Dari jumlah tersebut, 22.963 orang di antaranya sembuh dan 2.754 orang meninggal dunia.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menyatakan, banyaknya masyarakat di Jawa Timur meninggal, ada dugaan  karena adanya penyakit penyerta atau komorbid yang ikut menjadi faktor kematian Covid-19 di Jawa Timur tinggi.
“Angka kematian di Jatim tinggi sekali, bukan hanya tinggi. Yang kami khawatirkan, banyak pasien komorbid,” tuturnya melalui konferensi video, Sabtu (27/6), sebagaimana dikutip dari cnnindonesia.com.

Karena itu, Emil Dardak menilai warga yang memiliki penyakit komorbid dan rentan terhadap corona harus diberikan pengawasan khusus.

Masih menurut Emil Dardak, hampir semua daerah di Jawa Timur sudah memiliki data warganya yang memiliki penyakit komorbid dari BPJS Kesehatan. Ini dilakukan untuk memetakan warga yang rentan terpapar.(cnni/pay)

Related posts