surabayaupdate.com
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Sambut HUT RI Ke-80, Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja Dan Pokja Wankum Surabaya Gelar Fun Fishing Competition

para peserta fun fishing competition. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Menyambut Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, Kelompok Kerja (Pokja) Hukum Surabaya dan Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja & Partners gelar Fun Fishing Conpetition.

Bertempat disalah satu kolam pancing yang berlokasi di Sedati Sidoarjo, kompetisi memancing yang digelar Sabtu (16/8/2025) ini, selain diikuti para wartawan hukum yang sehari-hari melakukan tugas peliputan diwilayah kejaksaan, pengadilan, Kanwil Depkum HAM, juga diikuti para wartawan Pokja Polda Jatim dan Polrestabes, undangan khusus dari Kepolisian Daerah Polda Jatim dan tentu saja para advokat yang tergabung dalam Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja and Partners.

Kompetisi memancing ini semakin seru dan menarik, selain diberikan berbagai hadiah menarik untuk para peserta lomba mancing, juga ada hadiah spesial dari Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja bagi para peserta lomba yang saat kegiatan ini berlangsung, terpilih menggunakan kostum bertema Kepahlawanan terbaik dan menggunakan kostum paling heboh.

Nyuci’ Asih selaku ketua panitia Fun Fishing Competition menerangkan, kegiatan lomba mancing dimulai pukul 07.00 Wib.

“Para peserta bisa membawa peralatan memancing sendiri, atau bisa menggunakan alat memancing yang disediakan panitia,” terangnya.

Fun Fishing Conpetition ini, lanjut Ucik, mempunyai aturan yang harus dipatuhi para peserta, diantaranya tidak diperkenankan menggunakan umpan yang dibawa para peserta.

“Umpan disediakan panitia. Kemudian, para peserta dilarang menggunakan essen untuk ditambahkan pada umpan yang akan dipakai saat lomba berlangsung,” ungkap Ucik.

Masih menurut Ucik, kompetisi memancing ini dibagi menjadi empat babak yang masing-masing babak berlangsung selama 30 menit.

“Untuk setiap babak, akan dipilih empat pemancing tercepat. Dan para peserta jika tiap babak telah berakhir, harus menaikkan alat pancingnya dan dipersilahkan untuk memancing kembali setelah ada arahan atau aba-aba dari panitia,” paparnya.

Johanes Dipa Widjaja. (FOTO : dokumentasi wankum untuk surabayaupdate.com)

Selain ada kategori pemancing tercepat disetiap babaknya, dalam kompetisi ini, juga ada kategori ikan terkecil dan ikan terbesar.

Untuk kategori ikan terkecil dan ikan terbesar, dipilih empat orang pemenang. Ikan yang dilombakan adalah ikan bandeng.

Hadiah yang disiapkan panitia cukup beragam. Untuk kategori ikan terberat dan ikan terkecil, juara pertama berhak membawa pulang hadiah uang tunai Rp. 1 juta, disusul Rp. 750 ribu untuk juara kedua, Rp. 500 ribu untuk juara ketiga, dan Rp250 ribu untuk juara keempat. Sedangkan untuk kategori ikan tercepat, disediakan hadiah untuk 20 pemenang sekaligus.

Sementara itu, Johanes Dipa Widjaja dalam sambutannya mengatakan, bahwa Fun Fishing Conpetition ini adalah perwujudan rasa syukur atas kemerdekaan Republik Indonesia yang tahun ini memasuki usia ke-80.

“Memancing membutuhkan kesabaran. Dan disetiap perlombaan memancing, para peserta harus berkompetisi dengan peserta lain untuk mendapatkan ikan yang dilombakan,” papar Johanes Dipa Widjaja.

Walaupun dituntut berkompetisi, lanjut Johanes Dipa, kita juga harus mengedepankan sportivitas dan saling menghargai.

Johanes Dipa kembali melanjutkan, hubungan antara profesi wartawan dan advokat di Surabaya sudah terjalin sangat harmonis.

“Dengan adanya kompetisi ini, sinergitas antara para wartawan khususnya Pokja Wankum dengan Kantor Hukum Johanes Dipa Widjaja dapat semakin erat dan lebih harmonis,” kata Johanes Dipa.

Johanes Dipa dalam kesempatan ini juga mengingatkan tentang bagaimana perjuangan para pahlawan untuk memerdekakan negeri ini.

“Saat ini, bentuk perjuangan itu tidak harus berperang, namun menegakkan hukum sebaik-baiknya. Dan yang terpenting adalah, hukum harus benar-benar memenuhi rasa keadilan, khususnya para pencari keadilan,” pesan Johanes Dipa.

Jangan sampai, lanjut Johanes Dipa, hukum ini hanya menguntungkan pihak-pihak tertentu.

“Hukum boleh raise the law, tetapi nurani masyarakat tetap voice of justice,” ujar Johanes Dipa.

Pesan lain dari Johanes Dipa dimomen memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80 ini adalah, hukum tidak boleh kehilangan rasa keadilan, dan keadilan tidak boleh kehilangan pijakan hukumnya. (pay)

Related posts

Polisi Reka Ulang Dugaan Perkosaan Dikantor Pengacara PS

redaksi

Pidsus Kejari Surabaya Dalami Adanya Dugaan Keterlibatan Kamenag Kota Surabaya

redaksi

Trio Direksi PT Sipoa Grup Kembali Tersandung Kasus Pidana

redaksi