SURABAYA UPDATE
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Selain Terkenal Sadis Joko Dan Komplotannya Pernah Memperkosa Korbannya Yang Masih Pengantin Baru

Salah satu rekan Joko Santoso yang tertangkap Tim Cobra Jatanras Polda Jatim. (FOTO : Saiful/surabayaupdate.com)
Salah satu rekan Joko Santoso yang tertangkap Tim Cobra Jatanras Polda Jatim. (FOTO : Saiful/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Selain dikenal sebagai rampok sadis setiap kali beraksi karena tidak segan-segan melukai korbannya dengan bom bondet yang selalu dibawanya, Joko Santoso bin Tasiran (29) yang ditembak mati Tim Cobra Unit Bajak Sandra Subdit III Jatanras Direktorat Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Jatim, juga pernah memperkosa korbannya.

Kematian Joko Santoso yang ditembak mati Tim Cobra Unit Bajak Sandra Subdit III Jatanras Ditreskrimum Polda Jatim, Selasa (17/3) di Desa Palangsari, Kecamatan Puspo, Pasuruan sekitar pukul 04.00 Wib, menguak perjalanan panjangnya sebagai bandit jalanan yang paling dicari polisi.

Berdasarkan informasi yang diperoleh kepolisian, warga Dusun Ketintang, Desa Pajajaran, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang ini adalah pimpinan di kelompok begal yang beranggotakan 9 orang.

Dari 9 orang kelompok bandit jalanan pimpinan Joko Santoso tersebut, yang menjadi otak ada 2, Joko Santoso dan Mat Sapi. Saat ini selain Joko, Mat Sapi sudah meninggal ditembak polisi Subdit Jatanras Polda Jatim.

Pernyataan ini diucapkan Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Awi Setiyono. Lebih lanjut Awi menjelaskan, dalam catatan kriminal yang ada pada polisi, Joko Santoso sudah 5 kali keluar masuk penjara.

“Selain Joko dan Mat Sapi, anggota komplotan begal jalanan ini ada yang meninggal ditembak polisi. Ia adalah Faisol, yang mati ditembak polisi Polres Magetan. Sehingga, kelompok Joko masih menyisakan Kuswanto alias Gurut, Romli, Widodo, Sutikno, UN dan YD, “ ungkap Awi.

Kuswanto alias Gurut, lanjut Awi, pernah ditangkap Polda Jatim, Romli ditangkap Polres Magetan, Widodo tertangkap di Malang, dan Sutikno tertangkap polisi Polres Pasuruan Kota sedangkan UN dan YD, hingga saat ini masih dalam pengejaran polisi dan masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

Masih menurut Awi, Setiap kali beraksi, mereka selalu berkelompok. Mereka berpindah-pindah dari satu daerah ke daerah lain mencari sasaran. Termasuk merampok rumah, membegal mobil, truk dan sebagainya di jalan. Dan semua bandit ini tergolong sadis, tak segan-segan melukai korban yang berusaha melawan. (pay)

Related posts