surabayaupdate.com
INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Tim PKM Unesa Beri Pelatihan Teknik Olahraga Senam Ke Para Santri Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya

Tim PKM Unesa sedang mengajarkan teknik senam kepada para santri Ponpes Assalafi Al Fithrah Surabaya. (FOTO : dokumentasi pribadi untuk surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Sebagai bentuk pengabdian nyata kepada masyarakat, Tim Pengabdian Masyatakat (TPM) Universitas Negeri Surabaya (Unesa) gelar kegiatan sosial di Pondok Pesantren Assalafi AL Fithrah, Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya.

Di Pondok Pesantren Assalafi Al Fithrah ini, tim yang diketuai Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes., ini memberikan sosialisasi sekaligus pelatihan teknik olahraga senam kepada para santri Pondok Pesantren Assalafi AL Fithrah.

Kegiatan ini melibatkan para dosen sekaligus instruktur ahli senam seperti Muhammad Kharis Fajar, S.Pd., M.Pd., serta Dr. Dwi Cahyo Kartiko, S.Pd., M.Pd., yang secara langsung membimbing para santri mengenal dasar-dasar gerakan senam.

Dalam sambutannya, Rektor Unesa Prof. Nurhasan menekankan pentingnya aktivitas fisik sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Lebih lanjut Nurhasan mengatakan, aktivitas fisik seperti senam bukan hanya menyehatkan tubuh, menambah daya tahan tubuh, dan kebugaran secara menyeluruh, tetapi membantu mengasah konsentrasi, mengurangi stres, serta mendukung perkembangan karakter, disiplin dan kemandirian pada diri santri.

“Santri yang sehat akan lebih siap dalam menjalani kegiatan pesantren yang padat,” ujar Prof. Nurhasan.

Pria yang akrab disapa Cak Hasan ini menambahkan, kesadaran berolahraga di lingkungan pesantren perlu terus didorong.

Menurut Nurhasan, banyak santri maupun masyarakat umum belum memahami, bahwa olahraga sederhana seperti senam dapat memberikan manfaat besar, mulai dari refleksi tubuh, kekuatan otot, hingga memperbaiki postur tubuh.

Pada sesi inti, tim PKM memberikan pemaparan mengenai manfaat senam, jenis-jenis gerakan dasar senam, hingga teknik senam yang aman dilakukan di lingkungan pesantren.

Setelah teori, para santri langsung mempraktikkan sejumlah gerakan pemanasan, rangkaian senam kebugaran, hingga pendinginan yang benar.

Muhammad Kharis Fajar seorang instruktur senam mengatakan, pelatihan senam ini dirancang agar mudah dipahami para santri dan dapat dilaksanakan secara mandiri.

“Kami kemas materi senam yang aplikatif, sederhana, dan cocok untuk aktivitas harian santri,” ungkap Muhammad Kharis Fajar.

Harapannya, lanjut Muhammad Kharis Fajar, setelah PKM ini, para santri bisa rutin berolahraga, bahkan membuka kelas senam di lingkungan pondok.

Dr. Dwi Cahyo Kartiko menambahkan, gerakan yang diperkenalkan kepada para santri ini juga bermanfaat untuk melatih kelincahan, koordinasi, serta meningkatkan kebugaran jangka panjang.

Hasil dari kegiatan PKM ini menunjukkan meningkatnya pemahaman para santri mengenai olahraga senam, baik dari sisi manfaat, teknik gerak, maupun pola latihan yang tepat.

Para pengasuh pondok mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut menjadi program rutin.

PKM seperti ini sebagai wujud nyata serta komitemen Unesa sebagai kampus pendidikan yang tidak hanya fokus pada pendidikan formal, tetapi juga berkontribusi dalam hal pemberdayaan kepada masyarakat.

Dr. Dwi Cahyo Kartiko juga menegaskan, Unesa ingin memastikan, bahwa ilmu dari kampus dapat dirasakan masyarakat manfaatnya. Kesehatan, kebugaran, dan kesejahteraan masyarakat adalah bagian dari misi besar Unesa. (pay)

 

 

 

Related posts

Asuransi Astra Beri Edukasi Tentang Perlindungan Yang Tepat Dimomen Liburan Akhir Tahun

redaksi

Qantas Airlines Limited Duduki Peringkat Pertama Sebagai Penerbangan Paling Aman Di Dunia

redaksi

Anggota DPRD Labuhan Batu Selatan Yang Menyiksa Dan Mencabut Kuku Warga, Dihukum 2 Tahun 6 Bulan Penjara

redaksi