SURABAYA UPDATE
HEADLINE HUKUM & KRIMINAL INDEKS

Penipuan Gunakan Nama Kasat Reskrim Polres Tanjung Perak, Raup Keuntungan Rp 1 Miliar Lebih

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP. M Aldy Sulaeman. (FOTO : dok pribadi/ist)
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP. M Aldy Sulaeman. (FOTO : dok pribadi/ist)

SURABAYA (surabayaupdate) – Gunakan nama Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, komplotan penipuan mampu meraup keuntungan hingga Rp. 1 miliar lebih. Satu anggota komplotan penipu ini akhirnya ditangkap polisi.

Modus penipuan dengan memanfaatkan media sosial facebook kembali terbongkar. Menariknya, untuk memperdaya korban-korbannya, komplotan penipu yang diotaki seorang narapidana ini nekad menggunakan nama Aldy Sulaeman, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya.

Setelah melalui proses penyelidikan, polisi akhirnya menangkap salah seorang yang diduga kuat anggota komplotan penipuan dengan inisial YS. Saat ini, polisi masih berada di Palangkaraya untuk melakukan pengembangan.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKP. M Aldy Sulaeman menjelaskan, YS adalah warga Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung. YS adalah seorang perempuan yang pekerjaannya pedagang pakaian di sebuah pusat perbelanjaan yang beralamat di Jalan Kartini, Bandar Lampung.

“YS kami tangkap di toko tempat ia berjualan pakaian. YS yang awalnya mengelak akhirnya tidak bisa berbuat apa-apa saat ditangkap karena kami menunjukkan sejumlah bukti-bukti. Sejumlah pedagang yang ikut-ikutan membela YS akhirnya bisa menerima alasan penangkapan YS setelah diceritakan apa yang sebenarnya sedang terjadi, “ ujar Aldy.

Dalam menjalankan aksinya, lanjut Aldy, peran YS adalah mengambil uang hasil penipuan yang berhasil mereka kumpulkan dari korban-korbannya. Uang hasil kejahatan tersebut disimpan dalam sebuah rekening Bank Mandiri dengan mengatasnamakan Aldy Sulaeman.

“Berdasarkan pengakuan YS, yang mengendalikan adalah HR. Saat ini, HR mendekam di tahanan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Rajabasa, Lampung. Untuk mengendalikan jaringannya, HR menggunakan telepon seluler, “ ungkap Aldy.

Masih menurut Aldy, HR begitu mudahnya menggunakan telepon seluler di Lapas karena pihak Lapas jarang sekali melakukan razia penggunaan dan pemilikan HP kepada seluruh tahanan.

Dari hasil penyelidikan yang sudah dilakukan polisi dan pengakuan YS, komplotan ini sengaja membuat 3 akun facebook untuk melancarkan aksi penipuannya. Tiga akun facebook itu, M Aldy Sulaeman, AKP M Aldy Sulaeman dan Aldy Sulaiman, sedangkan akun facebook M Aldy Sulaeman adalah akun resmi yang dimiliki Aldy.

Dari empat akun facebook tersebut, tiga diantaranya memasang foto Aldy sedangkan akun facebook atas nama AKP. M Aldy Sulaeman menggunakan foto profil mobil. Untuk akun facebook resmi yang dimiliki Aldy, selain memasang foto Aldy, di foto profil akun tersebut, Akpol lulusan 2006 ini menggunakan jaket hitam. (pay)

 

Related posts