SURABAYA UPDATE
EKONOMI & BISNIS HEADLINE INDEKS

Proyek “Pulang Kampung” Iwan Sunito Di Indonesia Senilai Rp 8,7 Triliun

GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group, Bagus Sukmana sedang menjelaskan rencana pembangunan hunian Crown Group pertama di Indonesia. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group, Bagus Sukmana sedang menjelaskan rencana pembangunan hunian Crown Group pertama di Indonesia. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Setelah sukses dengan banyak mega proyek bernilai puluhan hingga ratusan milyar dollar Australia, CEO Crown Group, Iwan Sunito tahun 2019 ini berencana membangun empat mega proyek lagi. Kali ini, total investasi yang dikucurkan untuk empat mega proyeknya itu bernilai Rp. 50 triliun.

Yang membuat hal ini begitu spesial bagi Iwan Sunito, selain empat proyek itu dibangun di tiga negara yang berbeda dengan konsep arsitektur yang berbeda pula, salah satu mega proyek yang saat ini sedang digagas Crown Group tersebut bakal dibangun di Indonesia.

GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group, Bagus Sukmana menjelaskan, untuk pembangunan proyek prestisius Crown Group di Indonesia itu, Iwan Sunito memilih kawasan Ancol sebagai tempatnya. Tidak tanggung-tanggung, Crown Group sendiri sudah menganggarkan Rp. 8,7 triliun untuk mega proyek di Ancol, dengan luas lahan 4,7 hektar ini.

Lebih lanjut Bagus mengatakan, untuk mega proyek yang bakal Crown Group wujudkan di Indonesia itu, adalah salah satu cara Iwan Sunito “pulang kampung”. Anak bangsa yang sudah meraih puluhan penghargaan di bidang arsitektur di Australia ini, begitu ingin membangun proyek di Indonesia karena hal itu adalah impian Iwan Sunito yang selama ini terpendam.

“Crown Group berusaha untuk mewujudkan mimpi terpendam itu. Di kawasan Ancol yang akan menjadi proyek pertama Crown Group di Indonesia tersebut akan dibangun menara hunian dengan konsep sea front bergaya resort, yang akan menjadi kawasan beach club pertama di Ancol, Jakarta,” ungkap Bagus.

GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group, Bagus Sukmana sedang menjelaskan tentang proyek prestisius Crown Group di tahun 2019. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
GM Strategic & Corporate Communication Indonesia Crown International Holding Group, Bagus Sukmana sedang menjelaskan tentang proyek prestisius Crown Group di tahun 2019. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Proyek bernilai Rp. 8,7 triliun ini, sambung Bagus, akan didesain arsitek kelas dunia, Koichi Takada, yang sukses mendesain Infinity by Crown Group di Sydney, Australia. Infinity by Crown Group sendiri terpilih sebagai salah satu World’s Best Project di Australia Property Congress tahun 2017.

“Di tahun 2016, Infinity by Crown Group juga menerima Honourable Mention pada saat perhelatan American Architecture Awards for Architectural Design  and Mixed-use Architecture,” papar Bagus, Selasa (22/1/2019).

Masih menurut Bagus, Crown Group sendiri berusaha menjadikan kawasan Ancol sebagai kanvas besar untuk para arsitek kaliber dunia, menuangkan imajinasinya dibidang arsitektur. Rencananya, untuk projec hunian di Ancol ini, akan dibangun dua tower terlebih dahulu.

“Akan ada empat tower lagi setelah dua tower di Ancol selesai dikerjakan. Arsitek yang akan mengerjakan dua tower pertama di Ancol itu, akan dipercayakan ke Koichi Takada. Pembangunan akan dimulai Oktober 2019, penjualan unit akan dimulai Nopember 2019. Rencananya, di kawasan Ancol itu akan memiliki 2700 unit. Selain hunian, akan dibangun retail dan kawasan restaurant juga,” kata Bagus.

Dengan pengalamannya selama 20 tahun dibidang arsitektur di Australia, Bagus menambahkan, Crown Group akan sukses menjadikan Ancol sebagai kawasan prestisius yang lebih indah, khususnya di kawasan Utara Jakarta dan dapat mengubah wajah Ancol. Untuk pembangunannya, diperkirakan membutuhkan waktu 3-4 tahun, karena rata-rata proyek yang sudah dikerjakan Crown Group sendiri memakan waktu 3-4 tahun.

Los Angeles, Amerika Serikat, juga menjadi pilihan Crown Group untuk membangun proyek prestisius Crown Group di tahun 2019. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)
Los Angeles, Amerika Serikat, juga menjadi pilihan Crown Group untuk membangun proyek prestisius Crown Group di tahun 2019. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Koichi Takada, lanjut Bagus, kembali dipercaya Iwan Sunito untuk mendesain mega proyek pertama Crown Group di Indonesia tersebut, karena selama ini, di beberapa proyek Crown Group yang sudah dikerjakan Koichi Takada, Iwan Sunito merasa puas dan Toichi Takada paling mengerti apa yang diinginkan Iwan Sunito.

Untuk diketahui, Crown Group sendiri beberapa waktu lalu, meraih kesuksesan dalam peluncuran dua menara hunian yang ikonik di kawasan Sydney. Dua hunian itu berada di Eastlakes Live dengan nilai Rp. 10 triliun dan Mastery by Crown Group yang berada di kawasan Waterloo.

Di tahun 2019 ini, Crown Group membidik empat lokasi berbeda untuk proyek terbarunya. Empat lokasi yang akan menjadi proyek prestisius Crown Group di tahun 2019 ini diyakini akan menjadi tonggak sejarah baru dalam sejarah korporasi, karena Crown Group mulai melakukan ekspansi global.

Mengutip pernyataan Iwan Sunito dalam rilisnya, empat proyek prestisius yang akan dibangun Crown Group senilai Rp. 50 triliun tersebut terletak di Southbank, Melbourne yang akan menjadi proyek pertama Crown Group di luar Sydney. Proyek Crown Group selanjutnya untuk Australia, akan dibangun di kawasan West Side, Brisbane. Di kawasan ini, akan dibangun empat menara hunian.

“Los Angeles, Amerika Serikat akan menjadi kota ketiga yang menjadi tujuan Crown Group, dalam pengerjaan proyek hunian terbarunya. Masyarakat Los Angeles akan melihat pembangunan menara hunian ikonik dikawasan CBD di LA,” papar Iwan Sunito dalam rilisnya.

Untuk proyek hunian di kawasan West Side, Brisbane, menurut Iwan Sunito, akan mengusung konsep River Front bergaya resort dengan empat menara hunian. Brisbane, merupakan ibukota negara bagian Queensland yang menjadi kota terpadat ketiga di Australia dengan jumlah penduduk mencapai 2,2 juta pada tahun 2014. (pay)

Related posts