surabayaupdate.com
EKONOMI & BISNIS INDEKS

Tiga Juru Masak Handal Hadirkan Masakan Khas Jawa Timur Yang Melegenda Dan Nyaris Terlupakan

Chef Hanafi menjelaskan menu andalannya diperhelatan Java on Plate. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Indonesia dikenal dengan berbagai macam masakan khas tradisional, begitu juga dengan Pulau Jawa khususnya Jawa Timur.

Namun, dari sekian banyak masakan tradisional khas Jawa Timur, ada beberapa masakan autentik nusantara khas Jawa Timur yang nyaris terlupakan.

Untuk melestarikan beberapa kuliner khas Jawa Timur yang terlupakan ini, tiga juru masak handal Tanly Hospitality mencoba menghadirkannya kembali khusus dibulan Juli 2026.

Chef Himawan Kristianto, Chef Much. Hanafi dan Chef Rikki Didik Prianto dengan keahlian yang dimiliki, mencoba menghadirkan sembilan menu masakan khas Jawa khususnya Jawa Timur di Java on Plate Vasa Hotel Surabaya.

Diawali dengan penyajian dari Chef Much. Hanafi. Diperhelatan Java on Plate ini, Head Chef Taman Dayu Golf Club & Resort ini akan menyajikan Garang Asem Ayam Kampung, tempe menjes dan Nasi Buk.

Selama menjadi juru masak di Taman Dayu Golf Club & Resort, Chef Hanafi bercerita, para pengunjungnya didominasi 30 persen tamu dari Korea, 30 persen tamu dari Jepang dan sisanya lokal Indonesia dan turis Eropa.

Berdasarkan pengamatannya, para pengunjung di Taman Dayu Golf & Resort khususnya turis asing, yang paling banyak dipesan adalah menu masakan khas Indonesia.

“Orang Korea kalau berkunjung ke tempat kami, yang dipesan adalah Rawon. Orang Jepang banyak sekali memesan nasi goreng rawon,” kata Chef Hanafi.

Dari fakta ini, lanjut Chef Hanafi, ternyata banyak sekali masakan khas Indonesia yang bisa diterima lidah turis asing, khususnya yang berkunjung ke Taman Dayu Golf & Resort.

“Turis asing yang berkunjung ke tempat kami, ketika mereka datang lagi, yang dipesan selalu menu masakan Indonesia yang pernah dia cicipi sebelumnya, contohnya rawon,” ungkap Chef Hanafi.

Selain Rawon, lanjut Chef Hanafi, menu ayam kampung garang asem menjadi salah satu menu favorite para ekspatriat.

Menyadari akan pesona dan citarasa masakan tradisional khas Jawa Timur yang paling banyak dipesan para turis asing itulah, Chef Hanafi kemudian menampilkan Garang Asem Ayam Kampung di perhelatan Java on Plate.

Chef Hanafi lalu bercerita, Garang Asem Ayam Kampung yang dimasaknya untuk Java on Plate mempunyai rasa asem yang khas, beda dengan rasa asem di luar yang juga menyajikan menu garang asem ayam.

Selain itu, sajian menarik selanjutnya adalah tempe menjes, sebuah camilan khas Malang. Dalam penyajiannya, tempe menjes disandingkan dengan petis dan cabai.

Untuk perhelatan Java on Plate, Chef Hanafi juga menyajikan Nasi Buk, masakan tradisional khas Madura.

Chef Rikki Didik Prianto menjelaskan menu yang akan disajikan di Java on Plate. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Nasi Buk adalah nasi yang dicampur dengan jagung. Yang membuat Nasi Buk ini terasa nikmat karena ada kondimen seperti paru, dadar jagung, gulai nangka dan telur bumbu kuning.

“Semua itu makin terasa nikmat karena ada sambal khas yang wajib dicoba para pecinta kuliner nusantara,” ungkap Chef Hanafi.

Khusus di perhelatan Java on Plate, Chef Hanafi akan menyajikan Garang Asem Ayam Kampung, Nasi Buk dan Tempe Menjes ditanggal 10 hingga 12 Juli 2026.

Selanjutnya, masih diperhelatan Java on Plate, Chef Rikki Didik Prianto akan menyajikan Rawon Dengkul Sapi, Ayam Lodho dan Nasi Tempong atau dikenal dengan nama Sego Tempong.

Tiga kearifan lokal Indonesia berbentuk makanan ini juga diyakini mulai terlupakan para generasi muda. Untuk itu, Rikki Didik Prianto mencoba menghadirkannya dengan resep original sehingga rasa yang dihasilkan sangat autentik.

Head Chef, VASA Suites Surabaya ini lalu menerangkan, Rawon Dengkul kaki Sapi adalah masakan khas Malang.

“Yang membedakan rawon dengkul dengan nasi rawon pada umumnya adalah di rawon dengkul yang dimasak secara khusus untuk Java on Plate ini selain tetap menggunakan daging rawonan, juga terdapat kikil sapi,” paparnya.

Menu kedua yang dihadirkan Chef Rikki adalah Ayam Lodho khas Tulungagung. Menurut mantan Residential Indonesian Chef di resor mewah Ta’aktana, Labuan Bajo ini Ayam Lodho yang akan ia sajikan di Java on Plate, adalah kuliner yang sangat nikmat.

“Ayam Lodho khas Tulungagung ini terasa sangat spesial karena sebelum di masak dan dicampur bumbu pendukung, bahan daging ayam untuk ayam lodho ini dibakar terlebih dahulu kemudian diungkep beberapa saat, barulah setelah itu proses pengolahan beserta bumbu-bumbunya dilakukan,” ungkap Chef Rikky Didik Prianto.

Chef Rikki Didik Prianto kembali menerangkan, ayam lodho ini wajib dicicipi karena ada rasa santan yang khas dipadukan dengan rasa pedes dikuahnya, walaupun tidak terlalu pedas.

Sebagai juru masak ternama kelahiran Banyuwangi, Rikki Didik Prianto juga mengangkat makanan khas tempat kelahirannya yaitu Nasi Tempong.

“Orang banyak mengira bahwa Sego Tempong itu khas Bali. Itu salah, yang benar dari Banyuwangi,” papar Chef Rikki Didik Prianto.

Nasi Tempong atau Sego Tempong, sambung Chef Rikki, terasa sangat nikmat karena disajikan bersamaan dengan sayur rebusan yang disebut kulupan, ikan asin, tahu dan tempe, ayam goreng.

“Semua itu terasa lebih nikmat karena adanya sambal tempong. Mengapa disebut sambal tempong? Karena rasa pedasnya yang khas jika dicicipi sehingga bagi sebagian orang yang mencicipi sambal tempong pedasnya seperti menampar mulut atau bahasa khas Banyuwanginya ditempong,” ujar Chef Rikki.

Chef Rikki kembali melanjutkan, sambal tempong bukan hanya terasa pedas, juga ada rasa manis di sambal ini. Nasi Tempong bisa di nikmati secara bersamaan dengan Ayam Lodho dan diberi sambal tempong.

Chef Himawan Kristianto menjelaskan menu yang akan disajikan di Java on Plate. (FOTO : parlin/surabayaupdate.com)

Untuk bisa menikmati masakan spesial Chef Rikki ini, para pengunjung bisa datang di tanggal 17 hingga 19 Juli 2026.

Pada perhelatan Java on Plate, Chef Himawan Kristianto akan menyajikan Nasi Boranan sebagai menu andalan, Kare Rajungan dan Sate Kerang.

Menurut Chef Himawan Kristianto, saat ini Nasi Boranan nyaris terlupakan. Kuliner ini juga semakin langka untuk bisa dinikmati para pecinta kuliner nusantara.

Selama parade makanan khas Jawa khususnya Jawa Timur bulan Juli 2026 di Java on Plate, Chef Himawan Kristianto akan mengangkat kembali Nasi Boranan kuliner asli Lamongan.

Tentang Nasi Boranan, chef Himawan Kristianto menjelaskan bahwa Boranan ini asal katanya Boran.

“Boran adalah sebuah keranjang yang terbuat dari besek bambu. Dimasanya, nasi Boranan ini dijajakan keliling kampung,” cerita Chef Himawan Kristianto.

Di Java on Plate, sambung Himawan Kristianto, Nasi Boranan ini disajikan dengan resep original sama seperti aslinya. Dan bahan-bahan yang digunakan juga sama dengan resep aslinya.

Chef Himawan kembali menambahkan, Nasi Boranan akan terasa lebih nikmat, selain ada sate kerang dan kare rajungan, ada urap dan ikan salem sebagai lauk dan sayurnya.

Selain itu, di Nasi Boranan khas Himawan Kristianto ini juga ada mpuk yang terbuat dari tepung dan campuran singkong.

Untuk menambah citarasa mpuk ini, Chef Himawan Kristianto juga menambahkan sedikit jagung di mpuk ini. Selain itu, masih ada sate ampela untuk satu set hidangan ini sehingga semakin menggugah selera para pecinta kuliner nusantara untuk mencicipinya.

Menu lain yang menjadi andalan Himawan Kristianto adalah Kare Rajungan. Kuliner ini khas Madura. Masakan ini adalah khas masyarakat pesisir Madura.

Untuk menambah kenikmatan Nasi Boranan dan Kare Rajungan, Chef Himawan Kristianto juga menyajikan sate kerang sebagai pelengkap. Sama halnya dengan Kare Rajungan, Sate Kerang ini adalah menu khas masyarakat Madura.

Sate kerang pada umumnya disajikan bersama dengan lontong kupang. Namun kali ini, Chef Himawan Kristianto mencoba menggandengkannya dengan Nasi Boranan dan Kare Rajungan.

“Untuk sate kerang di Java on Plate ini, kerang yang kita pilih sebagai bahan bakunya berbeda dengan kerang yang dipakai sebagai sate kerang untuk sajikan lontong kupang,” papar Chef Himawan.

Di Java on Plate, sambung Chef Himawan, kerang yang digunakan bentuknya lebih besar sehingga sangat pas jika dipadukan dengan nasi boranan.

Penasaran ingin mencicipi masakan yang dimasak secara khusus oleh Chef Himawan Kristianto ini? Chef Himawan Kristianto akan menghidangkannya ditanggal 24 hingga 26 Juli 2026 sebagai menu lunch dan dinner. (pay)

Related posts

Kajati Ajak Warga Adhyaksa Di Wilayah Hukum Kejati Jatim Berperan Aktif Dan Ikut Meriahkan POR HBA Ke-63

redaksi

Henry J Gunawan Merasa Terdzalimi Di Perkara Investasi Pasar Turi

redaksi

JPU Tolak Semua Dalil Kuasa Hukum Terdakwa Penipuan Senilai Rp 1,5 Miliar

redaksi