surabayaupdate.com
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

PESERTA SBMPTN MENCAPAI 5 RIBU LEBIH

sbmptn logoSURABAYA (SurabayaUpdate) – Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) sudah diumumkan hasilnya, Selasa (27/5) lalu pukul 12.00 Wib. Bagi yang tidak diterima masuk ke Perguruan TInggi Negeri (PTN) melalui jalur SNMPTN, bisa menggunakan jalur lainnya.

Yang menjadi pilihan saat ini adalah Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN). Pasca pengumuman SNMPTN, jumlah pendaftar yang masuk ke panitian lokal Surabaya untuk SBMPTN, hingga Selasa (27/5) pukul 17.00 Wib mencapai 405 orang.

Humas SBMPTN, Bekti Cahyo Hidayanto mengatakan, jumlah itu bisa terus bertambah dan diperkirakan akan melampaui jumlah satu hari sebelumnya yang mencapai 702 orang hingga pukul 24.00 Wib.

“Pendaftar yang masuk Selasa, sebanyak 405 orang itu, 181 pendaftar untuk kelompok saintek, 145 orang pendaftar untuk kelompok soshum dan 79 orang pendaftar lainnya untuk kelompok campuran, “ ujar Bekti.

Lebih lanjut dosen Sistem Informatika ITS ini mengatakan, jumlah pelajar keseluruhan yang masuk hingga Selasa kemarin mencapai 5999 orang. Mereka ini sudah mencetak kartu peserta. Lalu, 5.989 orang pendaftar, sudah membayar biaya pendaftaran. 10.010 pendaftar sudah dinyatakan permanen.

“Meski sudah permanen, 10.010 orang itu belum bisa dinyatakan sebagai peserta karena masih banyak diantara mereka yang belum menindaklanjuti pendaftarannya dengan cara membayar biaya pendaftaran dan mencetak kartu peserta, “ ungkap Bekti.

Jika dalam waktu tiga hari, lanjut Bekti, para peserta ini tak kunjung melakukan kewajibannya, maka mereka akan dihapus. Namun, walaupun mereka sudah terhapus, para peserta itu masih tetap bisa mendaftar lagi dengan mengambil pin dan Kode Akses Pendaftaran (KAP) yang baru.

“PIN yang terdiri 16 digit dan KAP yang terdiri dari 12 digit tersebut, bisa diambil peserta berulangkali. Itu banyak dilakukan peserta. Ada peserta yang melakukan hal itu karena iseng, namun ada peserta yang sengaja melakukan hal itu untuk mengurangi saingan, “ kata Bekti.

Sebagai bentuk antisipasinya, pihak panitia sudah membuat kombinasi faktoral dari PIN dan KAP tersebut hingga mencapai 1 miliar lebih kombinasi sehingga tidak akan mungkin habis. Lalu bagaimana dengan perubahan pilihan jurusan setelah membayar?

Bekti mengatakan, hal itu tidak akan bisa dilakukan karena proses perubahan data hanya bisa dilakukan sebelum proses pembayaran. Jika peserta itu bersikukuh untuk pindah jurusan, maka peserta harus mendaftar lagi dengan KAP dan PIN yang baru kemudian membayar biaya pendaftaran lagi. (pay)

Related posts

Tujuh Pemuda Surabaya Ciptakan Layanan Konsultasi Hukum Gratis Lewat Aplikasi Lawlawland

redaksi

AKPI Gelar Pendidikan Kurator Dan Pengurus Angkatan 28

redaksi

BKGN 2022 Pecahkan Rekor MURI, Libatkan 701.009 Masyarakat Indonesia

redaksi