SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS PENDIDIKAN & KESEHATAN

Berkat Ashitaba Empat Mahasiswa FMIPA ITS Raih Dua Penghargaan Internasional

Empat mahasiswa FMIPA Jurusan Biologi ITS, (KIRI-KANAN) Faishal, Kholila, Yuvita, dan Lintang ketika mendapatkan penghargaan International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 yang berlangsung di Malaysia, awal April 2016 lalu. (FOTO : dok. pribadi untuk surabayaupdate.com)
Empat mahasiswa FMIPA Jurusan Biologi ITS, (KIRI-KANAN) Faishal, Kholila, Yuvita, dan Lintang ketika mendapatkan penghargaan International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 yang berlangsung di Malaysia, awal April 2016 lalu. (FOTO : dok. pribadi untuk surabayaupdate.com)

SURABAYA (surabayaupdate) – Berkat kerja keras mereka dalam membuat penelitian untuk menciptakan ekstrak guna menurunkan kadar kolesterol pada daging ayam, 4 mahasiswa jurusan Biologi FMIPA Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya meraih 2 penghargaan internasional.

Ide untuk membuat ekstrak seledri Jepang atau yang biasa dikenal dengan nama Ashitaba ini berawal dari keprihatinan mereka melihat banyaknya penderita stroke dan kolesterol di Indonesia. Para mahasiswa Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) jurusan Biologi ITS ini akhirnya bertekad untuk membuat pencegahannya. Empat mahasiswa FMIPA jurusan Biologi ITS itu bernama Kholilah Nur Hidayah, Raden Yuvita Rakhman, Faishal Aliwardana, dan Lintang Pertiwi.

Kholilah Nur Hidayah mengatakan, sebelum mempunyai ide untuk membuat ekstrak dari seledri Jepang untuk menurunkan kadar kolesterol dan stroke, mereka berempat mengetahui tentang manfaat Angelika Keiskei yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol.

“Waktu itu kami sedang melakukan studi ekskursi ke Pulau Bali. Ketika kami mengunjungi salah satu lokasi wisata yang ada di Bali tersebut, kami mendapati banyak sekali tanaman herbal. Dari situlah kami mengetahui tentang Angelika Keiskei yang berguna untuk menurunkan kadar kolesterol, “ ungkap Kholilah.

Kemudian, lanjut Kholilah, tim memilih daging ayam sebagai obyek penelitian karena menurut tim, daging ayam paling banyak dikonsumsi masyarakat Indonesia. Daging ayam yang tersebar di pasaran, mayoritas berasal dari daging ayam broiler atau ayam ras pedaging dengan kadar kolesterol yang sangat tinggi.

“Sebanyak 60 ekor ayam digunakan untuk melakukan percobaan denga perlakuan yang berbeda setiap 15 ekor. Ayam-ayam itu kemudian dicekoki dengan ekstrak Ashitaba yang sudah diolah terlebih dahulu. Ekstrak yang berasal dari daun tumbuhan dengan nama ilmiah Angelika keiskei itu diolah melalui proses evaporasi, “ papar mahasiswa semester akhir ini.

Mengapa setiap 15 ekor ayam diberikan perlakukan yang berbeda-beda? Kholilah menjelaskan, perlakuan itu dibedakan berdasarkan konsentrasi Ashitaba yang diberikan kepada ayam yaitu nol persen, 5 persen, 7,5 persen dan 10 persen.

“Dari percobaan yang kami lakukan selama 1 bulan, kami mendapati fakta bahwa ayam yang diberi konsentrasi 10 persen berhasil menurunkan kadar kolesterol paling tinggi hingga 30 persen, “ jelas Kholilah.

Masih menurut mahasiswi angkatan 2012 ini, selain mampu menurunkan kadar kolesterol, hingga 30 persen, ekstrak Ashitaba juga dapat menaikkan berat badan ayam. Artinya, dengan masa panen yang sama antara ayam broiler yang diberi ekstrak Ashitaba dan tanpa diberi ekstrak Ashitaba, ayam dengan perlakuan diberi ekstrak Ashitaba memiliki bobot yang lebih besar.

Hasil karya 4 mahasiswa ITS ini akhirnya diikutkan ke ajang kompetisi internasional. Hasilnya, hasil penelitian yang sudah dilakukan 4 mahasiswa ITS ini berhasil menggondol 2 penghargaan dalam International Engineering Invention and Innovation Exhibition (I-ENVEX) 2016 yang berlangsung di Malaysia, awal April 2016 lalu.

Penghargaan yang diterima 4 mahasiswa ini adalah Leading Innovation Award dari International Intellectual Property Network Forum Jepang dan Silver Medal untuk kategori Health, Biotechnology and Chemical. (humas ITS/pay)

Related posts