
SURABAYA (surabayaupdate) – Menyambut datangkan perayaan Imlek tanggal 17 Februari 2026 mendatang, Kayanna Resto gelar acara amal dan penggalangan donasi.
Acara Charity Bazaar yang digelar di Kayanna Resto, Kamis (29/1/2026) ini terasa sangat istimewa dan meriah karena dihadiri Fatma Saifulla Yusuf istri Menteri Sosial Saifullah Yusuf.
Selain dihadiri Fatma Saifullah Yusuf, acara charity yang juga bekerjasama dengan Yayasan 1001 Cahaya ini juga dihadiri beberapa wanita sosialita Surabaya dan istri para pejabat.
Dalam acara amal ini, selain ingin memperkenalkan dan menjual produk-produk unggulan buatan para penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya, juga diperkenalkan produk sepatu dan sandal asal Italia yang sejak 2018 hak patennya telah berada di Indonesia. Produk ini bernama Bocorocco by Christin Wu.
Fatma Saifullah Yusuf mengaku sangat berkesan dengan acara charity yang digagas Ellen Sulistyo ini.
Lebih lanjut Fatma mengatakan, bahwa ia sangat berkesan dengan bazaar yang digelar di Kayanna Resto ini.
“Selain untuk memperkenalkan dan memasarkan produk unggulan karya kelompok penyandang disabilitas dan kelompok rentan lainnya, kegiatan ini seperti reuni dengan sahabat-sahabat lama saya di Surabaya,” ujar Fatma.
Fatma kembali menjelaskan, diacara charity ini, juga diperkenalkan Yayasan 1001 Cahaya yang selama ini membantu memasarkan produk-produk hasil karya para penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya.
“Yayasan 1001 Cahaya hingga saat ini telah membina banyak kelompok-kelompok penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya,” kata Fatma.
Mereka ini, lanjut Fatma, dibawah bimbingan Dharma Wanita Kementerian Sosial. Untuk mensupport keberlangsungan hidup mereka, para penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya ini telah dibina secara khusus oleh Kementerian Sosial dengan diberikan pelatihan-pelatihan yang diharapkan sangat bermanfaat bagi mereka.

“Setelah para penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan ini telah mempunyai skill, produk-produk yang mereka hasilkan dibantu Yayasan 1001 Cahaya untuk dipasarkan.
Uang hasil penjualan itu, lanjut Fatma, selain dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan mereka sehari-hari, sebagian hasilnya juga akan dipergunakan kembali untuk membiayai kegiatan-kegiatan pelatihan lainnya untuk para penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya yang masih belum mendapatkan pelatihan.
Fatma kembali menjelaskan, dari hasil pelatihan yang telah mereka terima, kelompok penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan dibawah naungan Yayasan 1001 Cahaya, telah menghasilkan banyak produk unggulan.
“Di Kayanna Resto ini, beberapa produk buatan mereka seperti jaket hoodie, koper, lukisan-lukisan di tumbler dan kerajinan tangan lainnya, kami bawa dari Jakarta untuk dipasarkan disini,” ungkap Fatma.
Hasilnya, lanjut Fatma, akan diberikan kepada mereka dan sebagian lagi akan dipergunakan untuk membiayai kegiatan-kegiatan pelatihan bagi kelompok yang sama demi mengembangkan kemampuan mereka.
Fatma juga menjelaskan, di Indonesia, Yayasan 1001 Cahaya telah mempunyai kelompok-kelompok penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya yang tersebar di Jakarta, Jawa Timur, Jawa Barat dan Jawa Tengah.
Ditambahkan Fatma, Yayasan 1001 Cahaya, juga telah memberikan pelatihan kepada 10 pembatik di Surabaya.
“Para pembatik ini, selain diberi pelatihan tentang membatik juga diberi modal usaha yang didapatkan dari kegiatan-kegiatan amal seperti ini,” papar Fatma.
Sementara itu, Ellen Sulistyo menambahkan, ide digelarnya charity ini untuk membagi kebahagiaan kepada para penyandang disabilitas, anak-anak berkebutuhan khusus dan kelompok rentan lainnya.
Pengusaha resto yang dijuluki dokter resto ini menilai bahwa Imlek identik dengan kebahagiaan, kebersamaan.
“Kami ingin berbagi kebahagiaan itu dengan mereka. Kedepannya, kami masih ingin mensupport kegiatan-kegiatan seperti ini di Surabaya,” tutur Ellen.
Sebagai bentuk sumbangsih Kayanna Resto di Charity Bazaar ini, Kayanna Resto membuat beberapa kue khas Imlek seperti Almond Cookies, kue lidah kucing, Nastar Cookie.
Ellen kembali menerangkan, semua kue buatan Kayanna Resto itu dijual di bazaar ini. Hasil penjualannya, akan disumbangkan seluruhkan kepada Yayasan 1001 Cahaya untuk mensupport semua kegiatan pelatihan-pelatihan yang digelar yayasan ini. (pay)
