Pemkot Abaikan Larangan Dewan Tentang Pembangunan AMC Di Surabaya

Inilah gambar angkutan trem jaman dulu. Pemkot Surabaya ingin menghidupkan kembali transportasi yang sudah lama tidak digunakan ini. (FOTO : istimewa)

Inilah gambar angkutan trem jaman dulu. Pemkot Surabaya ingin menghidupkan kembali transportasi yang sudah lama tidak digunakan ini, namun dengan teknologi yang jauh lebih modern. (FOTO : istimewa)

SURABAYA (surabayaupdate) – Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk membangun Angkutan Massal Cepat (AMC) di Kota Surabaya nampaknya tidak akan terbendung. Walau mendapat penolakan dan perlawanan dari DPRD Kota Surabaya, hal itu tidak membuat Pemkot Surabaya mengubah pendiriannya.

Walau ditentang anggota DPRD Kota Surabaya, Pemkot Surabaya bahkan sudah melakukan berbagai persiapan khususnya dengan pihak PT. Kereta Api Indonesia (KAI). Bahkan, Walikota Surabaya, Tri Rismaharini mengaku jika Pemkot Surabaya sudah melakukan pengecekan jalur yang akan dijadikan rute AMC tersebut.

Lebih lanjut Tri Rismaharini mengatakan, sebagai operator proyek trem, pengecekan jalur yang dilakukan PT. KAI itu, nantinya akan dipakai untuk memperkuat data sebelumnya, dimana dengan data itu akan dikomunikasikan dengan kabinet yang baru.

“Data untuk jalur yang akan digunakan dalam proyek AMC ini sudah kami siapkan semuanya. Saya sengaja melakukan pengecekan jalur supaya cepat selesai. Kalau sudah selesai, akan kami bicarakan dengan kabinet baru supaya bisa klop dan tidak sia-sia. Pembicaraan itu juga termasuk soal pendanaannya seperti apa, “ ujar Risma.

Menanggapi rencana Pemkot Surabaya ini, Ketua DPRD Kota Surabaya, Armuji mengatakan, jika memang pembangunan AMC itu harus dilakukan, hendaknya nanti tidak akan berimbas kepada persoalan sosial warga kota Surabaya.

“Kami tidak menolak rencana pembanguna proyek itu. Bahkan kami semua di DPRD Kota Surabaya ini mendukung angkutan cepat jenis apapun. Hanya saja, pembangunan itu harus didahului dengan kajian yang matang mulai dari DED sampai dampak yang ditimbulkan, “ tukas Armuji, Kamis (16/10).

Armuji pun mengingatkan Pemkot Surabaya supaya tidak menganggap remeh masalah jalur yang akan dilalui angkutan cepat ini, apalagi yang dipakai pembanding adalah Bus Way yang ada di Jakarta.

Jalur Bus Way di Jakarta, menurut Armuji, kondisinya sangat berbeda dengan jalur angkutan cepat yang akan dibangun di Kota Surabaya ini. Mengapa? Jalur Bus Way masih bisa difungsikan ganda saat longgar namun hal itu tidak bisa dilakukan untuk trem. Selain itu, yang membedakan jalur Bus Way dengan trem adalah badan jalan yang dikepras untuk trem tidak bisa digunakan untuk yang lain kecuali untuk kebutuhan trem itu sendiri.

Lalu, pernahkah Pemkot Surabaya melibatkan DPRD Kota Surabaya untuk membahas rencana pembangunan proyek AMC di kota Surabaya ini? Dengan tegas Armuji menjawab jika Pemkot Surabaya selama ini berjalan sendiri. Sikap pemkot itu seolah-olah menganggap anggota dewan tidak akan mampu berfikir jika diajak bicara soal AMC.

Masih menurut Armuji, karena dewan tidak dilibatkan dalam rencana pembangunan AMC ini, maka konsekuensinya adalah tidak ada anggaran sepeserpun dari APBD untuk pembangunan AMC ini.

Bahkan, Armuji pun menegaskan, untuk masalah pembiayaan biar diurus PT KAI dan Pemkot saja, karena anggaran yang akan dikucurkan dewan untuk pembangunan proyek ini berasal dari pusat.

Diakhir pembicaraannya, Armuji mengatakan, harusnya proyek AMC ini berorientasi jangka panjang, jangan hanya dijadikan proyek prestisius saja. Jika nantinya pembangunan AMC tersebut tidak bisa menguntungkan masyarakat kedepannya, maka AMC akan ditinggalkan, dan warga akan kembali memakai sarana sepeda motor.

Untuk diketahui, saat ini, jalur yang sudah disurvei adalah jalur trem milik KAI yang tidak difungsikan sejak lama. Jalur yang sudah disurvei itu jalur rel Utara–Selatan, di antaranya, rute trem Diponegoro–Pandegiling–Tugu Pahlawan serta Darmo–Tugu Pahlawan. Survei bakal dilakukan di semua jalur trem yang saat ini sudah tidak difungsikan.

Beberapa jalur yang mati sejak lama adalah Jalan Semarang–Pasar Turi–Ujung. Ada juga Wonokromo–Jembatan Merah yang dulu disebut-sebut sebagai jalur paling sibuk. Trem nanti akan dimulai dari Terminal Joyoboyo di selatan Surabaya. Lalu berlanjut ke Jalan Raya Darmo-Jalan Kombespol M Duryat.

Untuk tahap awal pembangunan proyek ini, PT KAI sudah menyiapkan anggaran Rp125 miliar. Sedangkan kebutuhan dana sendiri totalnya mencapai Rp2,2 triliun. Jalur yang akan dihidupkan minimal seperti yang dulu. Karena kondisi kota sekarang sudah berkembang, nanti akan ada penambahan jalur. (pay)