
SIDOARJO (surabayaupdate) – Usai mendengar pembacaan surat dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), tim penasehat hukum Gatut Sunu Wibowo langsung mengajukan permohonan pembantaran.
Kepada majelis hakim Pengadilan Tipikor Surabaya yang memeriksa dan memutus perkara ini, koordinator penasehat hukum terdakwa Gatut Sunu Wibowo tersebut mengatakan, Bupati Tulungagung non aktif yang saat ini diadili atas tuduhan pemerasan dan gratifikasi ini mengalami benjolan pada salah satu pundaknya.
“Benjolan tersebut sangat mengganggu yang bersangkutan tiap kali beristirahat,” ujar salah satu penasehat hukum terdakwa Gatut Sunu Wibowo.
Oleh karena itu, lanjut penasehat hukum terdakwa Gatut Sunu Wibowo, penasehat hukum terdakwa Gatut Sunu Wibowo hari ini mengajukan permohonan supaya terdakwa dapat dirawat di rumah sakit.
“Berdasarkan rekomendasi dokter yang didatangkan penuntut umum beberapa waktu lalu, benjolan itu harusnya segera dilakukan operasi kecil,” papar salah satu penasehat hukum terdakwa Gatut Sunu Wibowo.
Menanggapi permohonan tim pembela terdakwa Gatut Sunu Wibowo, supaya terdakwa diijinkan menjalani perawatan medis diluar, I Made Yuliada mewakili dua hakim anggota, mengijinkan terdakwa Gatut Sunu Wibowo untuk berobat diluar.

“Namun, ajukan dulu permohonannya supaya bisa segera kami proses. Kami memberi kesempatan kepada terdakwa untuk dilakukan perawatan medis antara tanggal 14 September hingga 26 September 2026. Silahkan pilih hari dan tanggalnya dari tanggal yang sudah kami tentukan itu,” kata Hakim I Made Yuliada.
Hakim I Made Yuliada didepan persidangan juga berseloroh, bahwa penyakit akan muncul ketika kita ada masalah.
“Kami sering mendengar pernyataan sakit itu dipersidangan. Tapi anehnya, ketika masih menjabat, yang bersangkutan lupa sakit itu kemana,” sindir Hakim I Made Yuliada.
Sekarang, lanjut Hakim I Made Yuliada, yang harus dilakukan adalah membesarkan diri kita sendiri, hati kita karena sehat itu bersumber dari kita.
I Made Yuliada kembali menjelaskan, ketika kondisi kita sedang drop, maka penyakit itu akan muncul.
“Semangat pak. Hadapi segala permasalahan dengan baik. Perhatikan kesehatan dengan baik pula. Semuanya harus seimbang,” nasehat I Made Yuliada.
I Made Yuliada kembali memberi saran, untuk permohonan pembantaran, sebaiknya diajukan Selasa (8/9/2026) supaya Rabu (9/9/2026) permohonan itu bisa segera diproses dan tim Jaksa KPK bisa segera melaksanakan penetapan majelis hakim. (pay)
