SURABAYA UPDATE
HEADLINE INDEKS POLITIK & PEMERINTAHAN

Sepuluh Anggota DPRD Kota Depok Keluhkan Sikap Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya

Salah satu anggota DPRD Kota Depok yang kecewa atas sikap Agustin Poliana yang tidak memberikan penyambutan yang baik ketika para anggota dewan asal Kota Depok ini berkunjung ke Surabaya.
Salah satu anggota DPRD Kota Depok yang kecewa atas sikap Agustin Poliana yang tidak memberikan penyambutan yang baik ketika para anggota dewan asal Kota Depok ini berkunjung ke Surabaya.

SURABAYA (surabayaupdate) – Dianggap tidak mempunyai tata krama dan tidak menghargai kedatangan sesama anggota dewan, sepuluh anggota DPRD Kota Depok yang datang ke Surabaya keluhkan sikap Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya.

Sepuluh anggota DPRD Kota Depok yang jauh-jauh datang ke Kota Pahlawan Surabaya harus mengelus dada karena merasa tidak dihargai begitu datang bertamu ke kantor DPRD Kota Surabaya, Senin (3/11).

Niat awal kedatangan para anggota dewan Kota Depok ke Surabaya ingin menimba ilmu terkait bidang pendidikan dan ketenagakerjaan, berubah menjadi ajang curhat ke anggota DPRD Kota Surabaya lain yang mereka kenal, begitu merasakan sikap Agustin Poliana yang kurang ramah dan terkesan tidak senang atas kedatangan sepuluh anggota DPRD Kota Depok ini.

Bahkan, salah satu diantara anggota DPRD Kota Depok ini langsung keluar dari ruang pertemuan begitu merasakan sikap Agustin Poliana yang kurang ramah dalam menyambutnya dan rekan-rekannya yang lain.

Rizki M Noor, anggota Fraksi Gerindra, langsung keluar dari ruang pertemuan karena tidak tahan melihat sikap Agustin Poliana yang begitu buru-buru untuk mengakhiri pertemuan dengan para anggota dewan asak Kota Depok.

Kepada sejumlah media, istri salah satu anggota DPR RI ini bahkan menilai bahwa sikap yang ditunjukkan Ketua Komisi D DPRD Kota Surabaya tersebut seperti orang yang tidak punya tata krama dan norma kesopanan.

“ Hanya karena buru-buru ingin meninggalkan ruang pertemuan karena ada agenda dengan SKPD, semua pertanyaan yang kami ajukan, langsung dimentahkannya. Yang membuat kami jengkel adalah, kami ditinggal pergi begitu saja, “ ungkap Rizki.

Kami juga paham, lanjut Rizki, jika memang Komisi D Kota Surabaya masih ada agenda dengan pihak lain. Namun, tolong hargai kedatangan anggota DPRD Kota Depok ke Surabaya ini.

“Kunjungan kami ke DPRD Kota Surabaya ini harus mendapat hasil. Apa jadinya jika sepulangnya kami dari sini tidak mendapat hasil apa-apa karena media akan menanyakan hasil kunjungan kami ke Surabaya, “ papar Rizki.

Puas melampiaskan keluh kesahnya ke sejumlah media di Surabaya, politisi asal Fraksi Gerindra ini kemudian mengunjungi ruang kerja Dharmawan, Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya yang masih kawan satu partai.

Kepada Dharmawan, Rizki masih mengeluhkan sikap Agustin Poliana yang tidak patut dilakukan seorang anggota dewan, apalagi sikap itu dilakukannya ke sesama anggota dewan, yang datang jauh-jauh mengunjunginya.

Mengapa Rizki dan sembilan anggota dewan asal Kota Depok tersebut begitu kecewa dengan sikap Agustin Poliana? Para anggota DPRD Kota Depok ini ditemui tidak lebih dari sepuluh menit. Selain itu, dalam menyampaikan sesuatu didepan para anggota dewan dari Kota Depok ini, Agustin nadanya terkesan tidak bersedia menerima pertanyaan lagi dari para anggota DPRD Kota Depok tersebut.

Yang membuat sepuluh anggota DPRD Kota Depok ini makin jengkel adalah, Agustin bersama dengan 4 anggota dewan lainnya langsung pergi meninggalkan sepuluh anggota DPRD Kota Depok yang notabene tamu mereka.

Lalu apa tanggapan Agustin Poliana atas tudingan miring yang diarahkan kepadanya ini? Dengan entengnya, politisi dari PDIP ini menganggap tidak masalah. Menurutnya, kedatangan 10 anggota DPRD Kota Depok itu sudah diterima dengan baik.

“Kedatangan para wakil rakyat dari Kota Depok ini sudah kami terima dengan baik kok. Begitu memasuki ruang pertemuan, mereka tidak ada pertanyaan yang mendetail karena semua pertanyaan yang menyangkut kunjungan kerja mereka ke Surabaya ini sudah mereka kirimkan melalui fax sehingga kami akan menjawab semua pertanyaan yang sudah mereka kirim via fax tersebut, “ papar Agustin.

Agustin bahkan menilai, bahwa kedatangan para anggota dewan asal Kota Depok ini sudah diterima dengan sangat baik. Walaupun Agustin harus melakukan rapat dengan SKPD, kedatangan para anggota dewan Kota Depok ini tetap ditunggu meski pada kenyataannya kedatangan mereka selalu molor dari jadwal yang sudah ditentukan.

“Jadwal kedatangan mereka mundur terus. Saya sudah siap menerima beliau-beliau sejak pukul 09.00 Wib kemudian mundur lagi pukul 11.00 Wib hingga akhirnya mereka baru datang pukul 13.00 Wib. Dengan kenyataan ini, apakah kami masih dibilang tidak menerima kedatangan mereka dengan baik?, “ tanya Agustin.

Tidak ingin masalah ini berlarut-larut, Masduki Toha, Wakil Ketua DPRD Surabaya dan Baktiono langsung memasuki ruang Fraksi Handap untuk menemui para anggota dewan dari Kota Depok ini. Masduki Toha pun meminta maaf jika ada sikap dan tindakan anggota DPRD Surabaya yang dianggap kurang baik saat melakukan penyambutan dan menerima mereka. (pay)

Related posts